06 Mei 2026
Pertanian

Pertanian Modern, Brigade Pangan Deli Serdang Panen Musim Tanam Pertama

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Direktur Nurliana Harahap selaku PJ Brigade Pangan Deli Serdang mengatakan pengawalan terus dilakukan dengan mendampingi BP dengan mengerahkan ASN dan mahasiswa Polbangtan Medan untuk memastikan BP beroperasi seperti yang diharapkan.

DELI SERDANG - Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa Bulog ditugaskan untuk menyerap hasil panen para petani yaitu gabah disetarakan 3 juta ton beras hingga akhir 2025.

Tentunya, itu bukan sekadar angka, namun merupakan komitmen nyata bahwa pemerintah hadir bersama Bulog untuk dapat menyediakan pangan dengan harga yang pantas demi menciptakan kesejateraan petani dan menjaga Ketahanan Pangan Nasional.

Langkah kongkrit dan upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah, petani ikut serta menyukseskan program pemerintah. Peran Brigade Pangan (BP) juga tidak terlepas dalam mewujudkan pertanian modern dan berkelanjutan.

BP di Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan di Kabupaten Deli Serdang, Sumut sukses melaksanakan panen musim tanam pertama dengan panen rata-rata per hektar mencapai 7 hingga 7,5 ton.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran BP mendorong produktivitas pertanian.

“Kita membentuk brigade pangan dan akan memberikan peralatan lengkap. Ada combine harvester, traktor dan drone. Hasilnya nanti bisa dibagi bersama petani atau disewakan,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa peran BP dalam mewujudkan swasembada pangan melalui Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Alat dan Mesin Pertanian.

“Saat ini kita sedang berada pada Bonus Demografi, 52% penduduk Indonesia ini adalah anak-anak muda atau mengelola pertanian kegiatan inovasi dan kemudian tentu saja pendapatannya ya. Nah ini ketika anak-anak muda bisa mengelola area berkelompok 15 orang kemudian pembangunan pertanian Indonesia bisa lebih maju lagi’, katanya.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya, untuk terus mengawal program BP untuk swasembada pangan.

“Pengawalan terus dilakukan dengan mendampingi BP dengan mengerahkan ASN dan mahasiswa Polbangtan Medan untuk memastikan BP beroperasi seperti yang diharapkan sehingga ketahanan pangan bisa tercapai,” ucapnya.

Manajer BP Maju Bersama, Lusben Simanjuntak menjelaskan saat ini pihaknya melaksanakan panen menggunakan combine harvester pada lahan 50 rantai (6/3/2025) kolaborasi dengan petani dari kelompok tani (Poktan) Suka Jadi, Karya Kota, Karya Makmur, Karya Sempurna mencakup 206 hektar lahan, potensi panennya hingga 7,5 ton per hektar.

“Keterlibatan BP dan petani milenial menyukseskan swasembada pangan. BP saat ini melatih petani milenial agar mampu menggunakan combine harvester, traktor roda 4, transplanter dan drone yang merupakan bantuan dari Kementan,” katanya.

Tiurma Ida Tampubolon, perwakilan dari Dinas Pertanian Deli Serdang mengatakan, komunikasi BP dengan penyuluh dan petani milenial berjalan baik memanfaatkan sarana produksi (Saprodi) pertanian, didukung penerapan HPP Rp6.500 per kg.

“Desa Cintai Damai belum bekerja sama dengan Bulog, sementara desa dan kecamatan lain sudah menggandeng Bulog. Diharapkan segera terwujud,” katanya.

Tiurma Ida Tampubolon mengatakan bantuan Alsintan belum seluruhnya tiba, yang diterima saat ini berupa 12 unit combine harvester, 33 unit traktor roda 4, 120 unit traktor roda 2 dan 5 unit pompa air. Sementara traktor roda 4 telah digunakan di Kecamatan Hamparan Perak.

Dia berharap Tim BP dan petani milenial sungguh-sungguh memanfaatkan Alsintan dari pemerintah, untuk meningkatkan produksi padi dengan meningkatkan Indeks Pertanaman. Saat ini BP di Deli Serdang masih IP 100 dan diharapkan mencapai IP 300 dalam satu tahun. [yenni/risma/ira/timhumas polbangtanmedan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup