01 Juni 2026
Pertanian

Cegah Wabah PMK, Mahasiswa Polbangtan Kementan gelar One Day One Impact

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Kegiatan melibatkan enam kelompok tani [Poktan] yakni Poktan Mandiri Sejahtera dan Kania di Desa Tajurhalang, Kalimorot Mukti di Desa Tajurhalang, Delima di Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk dan KWT Embun Pagi di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin.

BOGOR - BEM Polbangtan Bogor menggelar aksi pengabdian masyarakat dengan mengupayakan pencegahan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bogor pada Sabtu (22/2/2025). 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi ketiga, yaitu Pengabdian Masyarakat, khususnya di bidang peternakan guna mencegah penyebaran PMK yang kembali merebak di beberapa wilayah di Indonesia.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi terhadap upaya untuk memperluas akses pendidikan vokasi di bidang pertanian. 

Menurutnya, generasi muda harus diberikan kesempatan untuk menjadi pelaku utama dalam sektor pertanian yang inovatif dan berbasis teknologi.

“Sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi bangsa, dan kita membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global,” kata Menteri Pertanian.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti. 

Dia menekankan bahwa regenerasi petani muda harus didukung oleh pendidikan berkualitas agar sektor pertanian semakin maju dan berdaya saing.

“Anak-anak muda harus kita dorong untuk terjun ke sektor pertanian dengan bekal ilmu dan keterampilan yang memadai," kata Santi.

Salah satu caranya adalah mendukung mereka untuk melanjutkan pendidikan ke lembaga-lembaga pendidikan vokasi, khususnya yang menawarkan program pertanian.

Kegiatan dilaksanakan di empat titik lokasi pada tiga desa berbeda di Kecamatan Cijeruk dan Caringin. 

Kegiatan tersebut melibatkan enam kelompok yaitu: Poktan Mandiri Sejahtera dan Poktan Kania di Desa Tajurhalang, Poktan Kalimorot Mukti di Desa Tajurhalang, Poktan Delima di Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, KWT Embun Pagi di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin.

Penyelenggara kegiatan ini adalah BEM Polbangtan Bogor yang melibatkan volunteer dari berbagai Tingkat. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh ISMAPETI, Ditjen PKH, serta DPD PAVETI Jawa Barat.

Kegiatan ini turut didampingi oleh BPP Wilayah VII, dengan kehadiran PPL serta PPS. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, yang dihadiri langsung oleh perwakilan UPT Puskeswan Laladon.

Diva Auliya, selaku Ketua Pelaksana menyatakan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesarnya kepada rekan dan seluruh pihak yang sudah membantu dengan sangat antusias.

"Kegiatan ini tentu tidak dapat terlaksana tanpa adanya dorongan semangat dan dukungan dari berbagai pihak yang sangat luar biasa”, ujarnya.

Diva menambahkan, bahwa Pelaksanaan kegiatan One Day One Impact ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu: Identifikasi wilayah pada 14 Februari 2025, Penyuluhan PMK pada 22 Februari 2025, yang mencakup Pengenalan gejala PMK, Pencegahan dan penanganan PMK, Klarifikasi disinformasi mengenai PMK, Sanitasi dan peningkatan imunitas ternak, Pembagian vitamin dan obat cacing, serta Demonstrasi desinfeksi menggunakan campuran desinfektan pada kandang ternak kelompok.

Polbangtan Bogor berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah tepat dalam mencegah penyebaran wabah PMK, khususnya di Kabupaten Bogor. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup