TAPANULI TENGAH - Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Anny Mulyani melakukan kunjungan ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di Provinsi Sumatera Utara, untuk melihat secara langsung lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) di wilayah tersebut pada Senin (3/02/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan mendorong terlaksananya dengan baik program Oplah di Tapteng, untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan yang menjadi arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyatakan Oplah merupakan bagian dari upaya strategis, untuk mendorong pemanfaatan lahan secara efisien dan berkelanjutan.
“Program Oplah adalah bagian dari komitmen kita untuk memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDM) Idha Widi Arsanti menyatakan turut memberikan dukungan dalam implementasi program untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.
“BPPSDMP memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa para penyuluh dan pendamping memiliki kompetensi yang diperlukan, untuk mendampingi petani dan memanfaatkan potensi lahan secara maksimal,” katanya.
Kunjungan Tenaga Ahli Mentan, Anny Mulyani didampingi oleh Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini beserta Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Tapteng, Togu Sinaga; Koordinator BPP, Hiteurat Helen Friska Simanjuntak dan penyuluh di Kecamatan Sorkam dan Sorkam Barat.
Dalam kunjungannya, TA Anny Mulyani mengunjungi tiga desa yakni Desa Bottot, Desa Sorkam Kanan dan Desa Pahieme untuk melihat lokasi Oplah di ketiga desa sebagai bagian dari target 1.000 hektar lahan Oplah di Tapteng.
Selain itu, Anny Mulyani juga melakukan kunjungan ke pintu air yang rusak di Kecamatan Sorkam dan irigasi pompa yang sudah tidak berfungsi sejak lama.
Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini selaku Penanggung Jawab (PJ) Oplah Tapteng mengatakan, pihaknya terus mengawal program Oplah agar dapat meningkatkan produktivitas padi Tapteng sehingga ketahanan pangan Provinsi Sumatera Utara dapat segera terealisir.
Penyuluh Isa Situmeang mengatakan terdapat dua pintu air yang rusak sejak program Oplah sebelumnya, salah satunya telah diperbaiki secara swadaya oleh petani setempat.
“Satu pintu air telah diiperbaiki secara swadaya oleh petani dan yang satu lagi, harapannya bisa diperbaiki dan diperlebar serta diturunkan sesuai dasar tanah," katanya.
Isa Situmeang mengingatkan, ketika hujan deras dapat dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan di sekitarnya. [ira/timhumas polbangtanmedan]