02 Juni 2026
Pertanian

Program PAT, Kementan Normalisasi Lahan Kering dan Pengairan Sempit di Gresik

post-img
POLBANGTAN MALANG: Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana menambahkan bahwa Program PAT mengedepankan sinergi Kementan, pemerintah daerah, kelompok tani dan dinas pertanian, untuk memastikan pompa dan infrastruktur irigasi lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.

GRESIK - Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dari Polbangtan Malang mengawal Perluasan Areal Tanam [PAT] oleh Kementerian Pertanian RI di Provinsi Jawa Timur di antaranya Normalisasi Lahan di Desa Raciwetan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Rabu [11/9] untuk mengatasi lahan kering dan pengairan sempit.

Kegiatan Normalisasi Lahan tersebut melibatkan petani, penyuluh dan pekerja proyek normalisasi lahan mendukung Program PAT. Tujuannya, memaksimalkan pengairan dengan memanfaatkan aliran air dari Sungai Bengawan Solo.

Upaya Kementan bersama Polbangtan Malang sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa Program PAT saat ini menggalakkan program pompanaisasi. Sasaran utamanya, bertujuan menyediakan air hingga ke lahan persawahan sehingga dapat mewujudkan PAT.

“Kami mendorong sepenuhnya pompanisasi untuk peningkatan produksi dan perluasan areal tanam,” katanya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Idha Widi Arsanti menyebutkan, PAT menjadi solusi cepat dalam upaya mitigasi kekeringan akibat terdampak El Nino.

Sinergi Kementan dengan petani dan penyuluh bersama stakeholders, harus terus diperkuat untuk memastikan PAT dapat berkelanjutan dan berdampak jangka panjang dalam mengatasi masalah air irigasi akibat perubahan iklim.

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana menambahkan bahwa Program PAT mengedepankan sinergi Kementan, pemerintah daerah, kelompok tani dan dinas pertanian, untuk memastikan pompa dan infrastruktur irigasi lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.

Udrayana menambahkan, Desa Raciwetan yang selama ini mengalami kekurangan air akibat lahan yang kering dan sempit, mendapatkan solusi melalui normalisasi kali yang memungkinkan air dari Bengawan Solo dapat mengalir secara optimal ke lahan pertanian setempat.

Harapan Petani
Dalam kegiatan Normalisasi Lahan, alat berat seperti eskavator digunakan untuk memperluas lahan dan melakukan normalisasi saluran air guna memastikan aliran air irigasi yang lancar ke sawah-sawah petani.

"Kegiatan normalisasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa lahan di Desa Raciwetan, yang selama ini kering dan kurang air, dapat kembali produktif," kata petani setempat.

Dengan normalisasi kali ini, para petani berharap, lahan pertanian yang tadinya tidak terairi dengan baik dapat memperoleh pasokan air yang cukup, sehingga tanaman padi di lahan PAT dapat tumbuh optimal.

Dinas Pertanian setempat, bersama dengan kelompok tani dan pekerja proyek, turut mendukung kegiatan ini dengan memberikan bimbingan teknis dan memastikan bahwa seluruh proses normalisasi berjalan lancar.

Normalisasi kali, kata Udrayana, merupakan bagian dari upaya Kementan memperluas areal tanam melalui optimalisasi lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

"Program PAT yang juga melibatkan sistem pompanisasi, diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional, terutama di wilayah-wilayah dengan akses terbatas terhadap sumber daya air," katanya lagi.

Sinergi antara pemerintah, ungkap Udrayana, bersama petani dan tenaga teknis ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan di Desa Raciwetan dan mengatasi tantangan kekurangan air yang selama ini menghambat produktivitas padi di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. [didit/timhumas polbangtanmalang]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup