02 Juni 2026
Pertanian

Tingkatkan Produktivitas, Polbangtan Kementan Kawal Oplah di Tapanuli Tengah

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini [bertopi] bersama tim melakukan kunjungan lapangan di Tapteng untuk memantau pelaksanaan Oplah pada dua kecamatan yakni Sorkam dan Sorkam Barat.

TAPANULI TENGAH - Kementerian Pertanian RI  melalui Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] khususnya Polbangtan Medan terus mengawal kegiatan Optimalisasi Lahan [Oplah] di Provinsi Sumatra Utara, terutama di Kabupaten Tapanuli Tengah [Tapteng].

Sebagaimana yang diketahui, target Oplah di Tapteng mencapai 1.100 hektar areal persawahan yang saat ini dalam proses penanaman benih padi pada empat kecamatan, 580 hektar di antaranya sudah ditanami padi.

Untuk mengawal itu, Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini bersama tim melakukan kunjungan lapangan di Tapteng untuk melihat langsung progres pelaksanaan Oplah pada dua kecamatan yakni Sorkam dan Sorkam Barat pada  Rabu [4/9].

Dalam kunjungan tersebut, tim mencatat bahwa progres kegiatan Oplah direncanakan selesai pada bulan September 2024.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan Program PAT saat ini menggalakkan salah satunya Oplah, program yang bertujuan meningkatkan Indeks Pertanaman [IP].

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Idha Widi Arsanti  menyebutkan Program Penambahan Areal Tanam [PAT] menjadi solusi cepat bagi mitigasi kekeringan akibat El Nino. 

"Optimasi lahan sawah merupakan salah satu langkah strategis dalam mengantisipasi kekurangan lahan untuk memproduksi padi," kata Kabadan yang akrab disapa Santi.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas lahan sawah.

Koordinator Penyuluh di Kecamatan Sorkam, Helen F Simanjuntak mengatakan bahwa di kecamatannya, target Oplah akan selesai penanaman pada September 2024.

“Penanaman akan kami kejar selesai di bulan September,” katanya.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini sebagai Penanggung Jawab [PJ] pada lima kabupaten di Sumatera Utara mengatakan program Oplah terus dikawal pelaksanaannya agar produktivitas pangan meningkat.

Guna mendukung program Kementan, Yuliana mengerahkan ASN dan mahasiswa Polbangtan Medan untuk melakukan pendampingan terhadap para petani. [yenni/ira/timhumas polbangtanmedan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup