02 Juni 2026
Pertanian

Genjot PAT, Polbangtan Kementan Kawal Pompanisasi di Tapteng

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini [kiri] mengatakan penyaluran pompa ini merupakan salah satu program Kementerian Pertanian untuk mengatasi dampak elnino yang akan menyebabkan kekeringan.

TAPANULI TENGAH - Guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian guna mencegah kekurangan pangan dari dampak kekeringan akibat elnino, Kementerian Pertanian RI terus memasifkan program pompanisasi. 

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) khususnya Polbangtan Medan, salah satu UPT yang berada di bawah Kementan juga terus mendukung program pompanisasi dengan terus melakukan pendampingan terhadap petani.

Salah satunya dilakukan Polbangtan Medan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, terdapat tujuh pompa yang sudah disalurkan oleh Kementan bagi petani di wilayah tersebut. 

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan, Program PAT saat ini menggalakan salah satunya program pompanaisasi. Tujuannya, untuk menyediakan air hingga ke lahan pertanian sehingga dapat mewujudkan perluasan arel tanam. 

“Kami mendorong sepenuhnya pompanisasi untuk peningkatan produksi dan perluasan areal tanam,” katanya. 

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Idha Widi Arsanti menyebutkan Program PAT enambahan Areal Tanam (PAT) menjadi solusi cepat dalam mitigasi kekeringan akibat El Nino. 

Pompa yang sudah dialokasikan ke Kabupaten Tapanuli Tengah sudah bisa mengairi hingga 170 hektar areal persawahan. Sebanyak 6 pompa didistribusikan di Kecamatan Sorkam dan 1 pompa di Kecamatan Lumut. 

Ali Mansur Batubara, petani di Desa Bottot, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengakui sejak menerima pompa dari Kementerian Pertanian, areal sawahnya sudah bisa dialiri air. 

“Semenjak ada pompa yang diberikan oleh Kementerian Pertanian, persawahan kami sudah bisa dialiri air. Bantuan pompa ini sangat bermanfaat untuk mengairi persawahan kami,” ujar Ali yang tergabung dalam Kelompok Tani Serangkai. 

Sementara itu, Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini yang bertanggung jawab terhadap lima kabupaten di Sumut mengatakan penyaluran pompa ini merupakan salah satu program Kementerian Pertanian untuk mengatasi dampak elnino yang akan menyebabkan kekeringan. 

“Diharapkan dengan adanya pompa ini, areal persawahan tadah hujan tidak kering di musim kemarau dan bisa meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) petani sehingga dampak El Nino bisa teratasi,” ujarnya. 

Untuk mendukung program Kementerian Pertanian, Yuliana menambahkan, pihaknya sudah menurunkan ASN dan mahasiswa Polbangtan Medan untuk terus melakukan pendampingan terhadap para petani. [yenni/ira/timhumas polbangtanmedan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup