INDRAMAYU - Sejalan dengan semangat Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang ingin membawa pertanian indonesia menjadi lumbung pangan dunia, Kementerian Pertanian RI melaksanakan Program Indonesian Milennial for Modern Agriculture Corporation [IMMACo].
Program IMMACo merupakan integrasi manajemen agribisnis dan korporasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing serta posisi tawar [bargaining position] petani melalui pembentukan kelembagaan ekonomi petani berbasis korporasi, yang akan me-manage usaha tani dari hulu sampai hilir.
Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Kementan bersama Tim IMMACo melakukan kunjungan di Indramayu sebagai project location IMMAco di Provinsi Jawa Barat.
Kunjungan ke Indramayu dilakukan oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti didampingi oleh Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto pada Rabu [4/9].
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan lahan rawa merupakan komitmen Kementan, untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perluasan tanam dalam waktu dekat ini.
"Pengembangan lahan rawa ini dikelola melalui optimasi lahan yang diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas," katanya.
Kemarau saat ini, kata Mentan Amran, justru jadi berkah bagi para petani di lahan rawa. Rawa yang surut membuat petani bisa bercocok tanam padi dan palawija.
Musim kemarau, ungkapnya, bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, karena hama lebih sedikit. Sinar matahari cukup baik bagi fotosintesis dan proses pengeringan. Jadi kualitas gabah lebih baik.
UPJA di Indramayu
Kunjungan Kepala BPPSDMP ke Posko dan UPJA yang akan dikonsolidasi menjadi cikal bakal korporasi, ditindaklanjuti dengan penandatanganan Berita Acara Kesanggupan oleh kelompok tani, Usaha Pelayanan Jasa Alsintan [UPJA] dan stakeholders eksternal dalam mengembangkan IMMACo.
Penandatanganan disaksikan oleh Dinas dan Penanggung Jawab Wilayah lima kecamatan serta Kepala BPPPMKP Ciawi, Kepala BPOPT Jatisari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Indramayu, UPJA Kecamatan Widyasari dan Bangodua.
“Posko ini bisa jadi percontohan untuk posko yang lainnya, informasi lengkap dan ada ruang untuk pertemuannya," kata Kabadan SDM Kementan yang akrab disapa Santi.
Dia meminta kepada jajaran dinas untuk segera berkoordinasi dengan teman-teman petani dan jajarannya, kelembagaan petani agar dapat dioptimalkan. Pasalnya, saat ini banyak Alsintan kurang optimal pemanfaatannya, karena dilakukan pengelolaan yang kurang optimal.
“Harapannya manajemennya baik. SDM yang mengelola bisa menanfaatkan dengan baik dan secara luas. Banyak kejadian Alsintan ini mangkrak," kata Santi.
Dia mengingatkan, Alsintan jika sudah diserahkan kepada kelompok tertentu, kesannya milik sendiri. Padahal bantuan pemerintah tersebut untuk masyarakat. Bukan untuk perorangan maka seyogyanya bisa digunakan masyarakat secara luas.
Santi menambahkan, anak muda jaman sekarang berpikir bekerja di sawah itu identik dengan panas dan kotor padahal Kementan berupaya mengenalkan Alsintan modern seperti menggunakan traktor dan combine harvester yang memudahkan petani.
"Kementan ingin mendorong pengelolaan Alsintan melalui Program IMMACo bisa berjalan lebih baik dan semakin menuntungkan mendatangkan kemanfaatan dan terus berkembang," katanya lagi.
Dengan adanya program IMMACo, Santi harapkan proses produksi padi akan semakin efisien, petani semakin produktif, dan bargain position petani semakin tinggi. [wisda/timhumas polbangtanbogor]