TULUNGAGUNG - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyatakan beberapa hal terkait Program Perluasan Areal Tanam [PAT] melalui Pompanisasi, yang merupakan strategi Kementerian Pertanian RI untuk mempercepat peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, serta mewujudkan keberlanjutan dan kesejahteraan petani.
"Guna memperkuat PAT padi melalui kegiatan pompanisasi di lahan-lahan pertanian yang ada," katanya.
Dia meyakini, apabila program tersebut dijalankan, maka Indonesia dapat mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia.
"Ingat saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan banyak penduduk dunia menderita kelaparan, karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat," kata Mentan Amran.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Idha Widi Arsanti mengatakan Program PAT menjadi solusi cepat dalam mitigasi kekeringan akibat El Nino.
Upaya tersebut sejalan dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi [Monev] yang dilakukan oleh Polbangtan Malang bersama Dinas Pertanian Trenggalek di Kabupaten Trenggalek Selasa [3/9] oleh mahasiswa Polbangtan Malang untuk membuktikan komitmen kuat dalam memastikan pembangunan infrastruktur desa sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dengan mengunjungi tiga kecamatan strategis, yakni Kecamatan Dongko, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Karangan, Tim Monev turun langsung ke lapangan untuk mengecek setiap detail penting yang berkaitan dengan pembangunan jalan desa dan penggunaan pompa air.
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengingatkan mahasiswa/i yang terlibat kegiatan Monev di Tulungagung, tidak hanya melakukan pengukuran ulang, juga untuk memastikan panjang jalan yang dibangun sesuai dengan yang tertera dalam pengajuan dana.
"Juga memastikan pompa air yang dipasang dapat berfungsi optimal dalam mengairi lahan pertanian di sekitarnya," katanya.
Hal senada dikemukakan anggota tim dari Distan Tulungagung bahwa kegiatan Monev sangat penting, karena setiap meter jalan yang dibangun harus dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami tidak bisa membiarkan ada ketidaksesuaian antara dana yang diajukan dan realisasi di lapangan," katanya.
Tak hanya itu, pengecekan pompa air juga menjadi fokus utama dalam Monev kali ini. Pompa-pompa yang sudah diinstalasi diperiksa dengan teliti untuk memastikan bahwa aliran air menuju lahan pertanian tidak terhambat dan dapat mendukung produktivitas petani.
"Kami ingin memastikan tidak ada yang terlewat, karena satu kesalahan kecil bisa berakibat besar bagi para petani yang menggantungkan hidupnya pada ketersediaan air yang lancar," tambahnya.
Kegiatan monev ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dapat membawa dampak positif langsung bagi masyarakat.
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana menambahkan, mahasiswanya yang turut serta dalam kegiatan Monev juga mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami pentingnya akuntabilitas dan kualitas dalam setiap proyek pembangunan.
"Dengan semangat dan ketelitian yang ditunjukkan oleh tim monev, diharapkan infrastruktur yang dibangun di Kabupaten Trenggalek tidak hanya sekadar berdiri, tetapi juga benar-benar bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik," kata Udrayana. [didit/timhumas polbangtanmalang]