03 Juni 2026
Pertanian

Kementan Survei & Monitoring Penerapan Inovasi CSA di Kalimiru Purworejo

post-img

PURWOREJO - Bergulir sejak 2021, petani Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah di Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan mengakui manfaat Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] terhadap produksi padi. Produktivitas meningkat hingga 10,6 ton gabah kering panen [GKP] per hektar pada Demplot CSA.

Lonjakan produktivitas diketahui dari hasil Hitung Ubinan oleh Badan Pusat Statistik [BPS] Purworejo pada 2023, yang dikemukakan petani CSA di Desa Kalimiru pada Project Manager SIMURP Kementan, Sri Mulyani saat kegiatan survei dan monitoring di Purworejo, Kamis pekan lalu [13/6].

Petani CSA Kalimiru didampingi tim dari Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Kecamatan Bayan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Purworejo. Sementara Tim SIMURP Kementan didampingi tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional [BRIN] serta Badan Standarisasi dan Instrumen Pertanian [BSIP].

Inovasi CSA yang diusung Kementerian Pertanian RI bersama Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan, karena merupakan faktor penentu keberlangsungan sebuah negara.

"Saya ingatkan ketahanan pangan itu merupakan ketahanan negara. Karena sudah banyak negara yang kelaparan dan menghentikan ekspor beras," katanya.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan apabila ketahanan pangan terganggu berbeda dengan krisis ekonomi atau kesehatan. Saat krisis ekonomi melanda, dia meyakini kondisi Indonesia masih aman, bahkan petani masih happy.

Hal tersebut didukung oleh Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian didukung oleh stakeholders.

"Untuk itu diperlukan langkah awal dalam upaya peningkatan wawasan dan pemahaan serta penyamaan persepsi dalam upaya mencapai swasembada padi dan jagung,” katanya.

Project Manager SIMURP Kementan, Sri Mulyani mengatakan Desa Kalimiru merupakan lokasi kegiatan CSA sejak 2021. Teknologi CSA SIMURP telah dilaksanakan dan diaplikasikan pada Demplot CSA oleh petani CSA Kalimiru didampingi penyuluh dari BPP Bayan.

"Pada 2023, hasil penghitungan ubinan oleh tim BPS Purworejo pada lahan Demplot CSA didapati mencapai 10.6 ton GKP/ha. Hal itu, setelah inovasi CSA SIMURP yang diterapkan mampu meningkatkan hasil produksi," katanya.

Dari keberhasilan Demplot CSA, yang telah memberikan bukti pada petani perlu terus dikembangkan agar petani dapat meningkatkan hasil produksinya.  

"Pada Musim Tanam II tahun 2024, Pemerintah Desa Kalimiru membuat kebijakan, yang mewajibkan petani menanam padi dengan sistem Jajar Legowo atau Jarwo seluas 35 hektar," kata Sri Mulyani. [timsimurpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup