03 Juni 2026
Pertanian

`Endline Survey`, Kementan Evaluasi Ketangguhan Petani CSA Hadapi Perubahan Iklim

post-img
PROGRAM SIMURP: Tim SIMURP Kementan mendatangi rumah petani pada lokasi kegiatan CSA di Karawang dan Indramayu, dengan disain sampling adalah populasi kelompok tani yang sudah mendapat intervensi CSA.

JAKARTA - Tiga sasaran utama pencapaian Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] adalah peningkatan Indeks Pertanaman [IP] produktivitas dan pendapatan petani; adaptasi dan membangun ketangguhan pada Dampak Perubahan Iklim [DPI] dan upaya mengurangi hingga meniadakan emisi gas rumah kaca [GRK].

Dengan akan berakhirnya kegiatan SIMURP pada 30 Juni 2024 dilakukan Endline Survey, untuk mengetahui kinerja pelaksanaan Program SIMURP di Kementerian Pertanian RI guna melihat pencapaian target ketika program baru selesai diimplementasikan dan Evaluasi Dampak Awal dari Program SIMURP di Kementan.

Direktur National Project Implementation Unit [NPIU] SIMURP, Bustanul Arifin Caya mengatakan tujuan Endline Survey yaitu menilai kemajuan kinerja pelaksanaan SIMURP di Kementan pada lokasi intervensi periode Tahun Anggaran 2019 hingga 2024 dan kajian Evaluasi Dampak Awal.

Menurutnya, inovasi CSA diusung Kementan bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] yang melibatkan tiga kementerian yakni Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] serta Kementerian Dalam Negeri di bawah koordinasi National Steering Committee of Water Resources [NSCWR] yang diketuai oleh Deputi Sarana dan Prasarana dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional [Bappenas].

Upaya Program SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong dan mengawal pertanian berwawasan iklim CSA, agar tetap kreatif dan inovatif bagi mitigasi perubahan iklim global.

"Fokus kerja Kementan pada 2024 adalah memperkuat produksi berbagai komoditas pokok seperti padi dan jagung di tengah perubahan iklim global," kata Mentan Amran.

Hal tersebut didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian didukung oleh stakeholders terkait.

"Untuk itu diperlukan langkah awal dalam upaya peningkatan wawasan dan pemahaman serta penyamaan persepsi dalam upaya mencapai swasembada padi dan jagung,” katanya.

Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengatakan Endline Survey mengukur capaian sasaran outcome sesuai indikator Osilasi Dekadal Pasifik [PDO] sesuai alur outcome dan dampak teori perubahan pada Project Appraisal Document [PAD].

Ukurannya, kata Sri Mulyani, peningkatan persentase indeks Intensitas Pertanaman [IP] dan jumlah rumah tangga petani yang memperoleh peningkatan layanan irigasi, termasuk mengukur persentase rumah tangga penerima manfaat yang puas dalam penerapan CSA.

Selanjutnya, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi capaian target program dengan strategi yang dapat diimplementasikan ke depan, baik melalui Program SIMURP atau program sejenis lainnya.

"Tujuan berikutnya, mengidentifikasi langkah-langkah penyempurnaan strategi untuk mencapai target program," kata Sri Mulyani.

Sementara output yang diharapkan dari pelaksanaan Endline Survey adalah laporan mengenai pencapaian ´kinerja program´ dimana program baru saja selesai diimplementasikan.

Hal itu tampak pada salah satu pertanyaan untuk responden yakni ´apakah bapak/ibu mengetahui teknologi untuk mengantisipasi perubahan iklim yang diterapkan dalam Sekolah Lapang CSA?

Kegiatan Endline Survey mengajukan pertanyaan to the point pada responden terkait kepuasan terhadap proses kegiatan CSA dan kepuasan terhadap hasil CSA. [timsimurpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup