03 Juni 2026
Pertanian

BPP Banyuurip, Basis Penyuluh Bimbing dan Kawal Petani Purworejo Terapkan CSA

post-img
PROGRAM SIMURP: Koordinator BPP Banyuurip, Sri Lasturi [kanan] usai menerima SIMURP Award sebagai BPP Terbaik SIMURP Award 2023 dari Project Manager SIMURP Kementan, Sri Mulyani [tengah] didampingi Penyuluh Pusat Kementan, Susi Deliana [kiri].

JAKARTA - Strategi Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian RI mengantisipasi dampak perubahan iklim global melalui pengembangan Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA]. Penerapan CSA diklaim mampu meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian di tengah perubahan sekaligus memastikan pertanian berkelanjutan.

Dalam penerapan CSA, fungsi penyuluh sebagai ujung tombak terdepan sosialisasi dan pendampingan program pada Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] sebagai basis penyuluh sangat penting. Inovasi CSA diyakini mampu mendorong indikator peningkatan Indeks Pertanaman [IP] dari 180% menjadi 200% atau dua kali panen setahun.

Sekitar 117 BPP pada 24 kabupaten di 10 provinsi mendukung pelaksanaan CSA oleh Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] di Indonesia.

Satu di antaranya BPP Banyuurip di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah dinilai SIMURP mampu meningkatkan
fungsi penyebarluasan informasi dan teknologi pertanian secara cepat, efektif dan efisien, untuk dapat memfasilitasi akses petani terhadap sumber-sumber permodalan, pasar, dan teknologi pertanian.

BPP Banyuurip dipimpin Sri Lasturi selaku Koordinator BPP mengajak, membimbing dan mengawal petani binaannya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida bagi tujuan lebih besar, pertanian berkelanjutan.

Sri Lasturi bersama penyuluh mendampingi dan mengawal petani yang berhimpun pada 130 kelompok tani [Poktan] di 27 desa di Kecamatan Banyuurip untuk menerapkan CSA. Kinerja tersebut membuat BPP Banyuurip layak meraih SIMURP Award 2023.

Capaian BPP Banyuurip sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa CSA dari SIMURP berdampak positif bagi pembangunan pertanian, untuk meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan serta pendapatan petani.

"SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman, juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” katanya.

Menurut Mentan Amran, kehidupan di pedesaan akan menjadi baik dan kuat apabila penyuluh memanfaatkan dan mengadopsi teknologi inovasi dari hasil penelitian CSA.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menyoroti dampak kegiatan CSA selain meningkatkan produktivitas, juga mampup menurunkan emisi Gas Rumah Kaca [GRK].

"Kehadiran SIMURP, diharapkan petani penerima manfaat SIMURP dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan mengedepankan penggunaan air yang efisien tanpa bergantung pada kondisi iklim," katanya.

Tidak hanya menyasar masalah teknis budidaya tanaman pangan, kata Dedi Nursyamsi, SIMURP juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan manajerial penyuluh dan pengelola di BPP.

Direktur National Project Implementation Unit [NPIU] SIMURP Bustanul Arifin Caya mengatakan Program SIMURP fokus pada upaya antisipasi dampak perubahan iklim global pada sektor pertanian.

Kegiatan CSA bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian tahan perubahan iklim, antisipasi risiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca [GRK] dan meningkatkan pendapatan petani di khususnya di Daerah Irigasi [DI] Program SIMURP.

Project Manager SIMURP Sri Mulyani menjelaskan Program CSA SIMURP merupakan modernisasi irigasi strategis dan program rehabilitasi mendesak.

"Pengelolaannya pada lintas empat kementerian dan lembaga yaitu Bappenas, Kementan, Kementerian PUPR, dan Kemendagri," katanya.

Sri Mulyani menambahkan, Program SIMURP bertujuan meningkatkan Intensitas Pertanaman [IP] padi dan Tanaman Berharga Tinggi [High Value Crop/HVC] dan meningkatkan pendapatan petani.

SIMURP juga bertujuan mengurangi, bahkan meniadakan emisi Gas Rumah Kaca atau penyebab pemanasan global.  Pelaksanaannya, keterlibatan wanita pada Program SIMURP  juga berupaya meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani [KWT]. [timsimurpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup