03 Juni 2026
Pertanian

Kementan Tingkatkan Kesadaran Kelola Air CSA bagi Pertanian pada WWF 2024

post-img
PROGRAM SIMURP: Partisipan dan peninjau dari mancanegara kunjungi booth CSA SIMURP di World Water Forum ke-10 di Bali tampak antusias menyimak penjelasan Tim SIMURP Kementan yang dipimpin Project Manager Sri Mulyani tentang pengembangan inovasi Pertanian CSA terhadap perubahan iklim.

BALI - Inovasi Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] hadir pada World Water Forum [WWF] ke-10 di Bali, untuk meningkatkan kesadaran atas permasalahan dan pengelolaan air serta adaptasi perubahan iklim bagi pengembangan pertanian berkelanjutan.

Partisipasi CSA yang diusung Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] pada WWF 2024 di Bali juga bertujuan memperkenalkan teknologi dan praktik CSA, yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian seraya menekan dampak negatif terhadap lingkungan.

Upaya Kementan melalui CSA sejalan arahan Presiden RI Joko Widodo yang mengingatkan tentang pentingnya pengelolaan air yang efektif di tengah proyeksi kekeringan yang akan mempengaruhi 500 juta petani kecil pada 2050.

“Tanpa air, tidak ada makanan, tidak ada perdamaian, tidak ada kehidupan. No water, no life, no growth. Oleh sebab itu, air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya berharga,” kata Presiden Jokowi saat membuka WWF ke-10 di Bali International Convention Center [BICC] di Kabupaten Badung, Bali pada Senin [20/5].

Jokowi mengingatkan, hanya satu persen air di Bumi yang dapat diakses untuk konsumsi manusia seraya menekankan tentang pentingnya pengelolaan air yang efektif di tengah proyeksi kekeringan yang akan mempengaruhi 500 juta petani kecil pada 2050.

Tim SIMURP Kementan dipimpin Project Manager Sri Mulyani beserta tim berpartisipasi aktif pada ajang WWF ke-10 di di Bali International Convention Center [BICC] dengan membuka booth CSA SIMURP didukung miniatur areal sawah CSA dan inovasi teknolosi CSA lainnya.

Upaya CSA SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang mendorong dan mengawal pertanian berwawasan iklim CSA, agar tetap kreatif dan inovatif bagi mitigasi perubahan iklim global.

"Fokus kerja Kementan pada 2024 adalah memperkuat produksi berbagai komoditas pokok seperti padi dan jagung di tengah perubahan iklim global," kata Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan,  keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian didukung oleh stakeholders terkait di antaranya SIMURP.

"Untuk itu diperlukan langkah awal dalam upaya peningkatan wawasan dan pemahaan serta penyamaan persepsi dalam upaya mencapai swasembada padi dan jagung,” katanya.

Maksud dan tujuan partisipasi CSA SIMURP pada WWF ke-10 di Bali, kata Project Manager SIMURP Kementan, Sri Mulyani adalah menyoroti peranan penting dalam urusan air untuk menunjang kelangsungan hidup kebutuhan 275 juta orang Indonesia, kebutuhan industri, dan irigasi.

"Memperkenalkan teknologi dan praktik pertanian cerdas iklim yang dapat meningkatkan produktivitas sambil mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan," kata Sri Mulyani yang hadir di Bali mewakili Direktur NPIU SIMURP, Bustanul Arifin Caya. [timsimurpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup