03 Juni 2026
Pertanian

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Koordinasi Kodam dan Distanbun Aceh

post-img
BPPSDMP KEMENTAN: Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi [tengah] bersama Pangdam I Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal [ke-3 kanan] serta Kadistanbun Pemprov Aceh, Cut Huzaimah [ke-2 kiri] usai Rapat Koordinasi Strategis Markas Kodam I Iskandar Muda di Banda Aceh.

BANDA ACEH - Dalam upaya mengantisipasi potensi darurat pangan di Provinsi Aceh, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bersama Pangdam I Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal menggelar Rapat Koordinasi Strategis di Banda Aceh pada Rabu [17/4].

Pada Rakor yang berlangsung di Markas Kodam I Iskandar Muda, kedua pihak membahas langkah-langkah konkrit untuk mengantisipasi dan menanggulangi kemungkinan darurat pangan di Aceh. Topik diskusi terkait optimalisasi lahan, pompanisasi dan penambahan areal pangan di Aceh.

Rakor tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang meminta gerakan pompanisasi di berbagai daerah dimasifkan, seraya mengingatkan bahwa "pompanisasi sebagai solusi cepat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional."

Setelah itu, Rakor dilanjutkan secara hybrid di kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemprov Aceh, dalam upaya evaluasi kegiatan optimalisasi lahan pertanian, pompanisasi, dan penambahan areal pertanian. Hadir Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Cut Huzaimah dan sejumlah kepala dinas pertanian kabupaten/kota maupun para komandan Kodim di Aceh.

Para peserta rapat sepakat untuk meningkatkan kerjasama antara berbagai pihak guna memastikan penggunaan lahan yang efisien dan strategis.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa kita harus memproduksi beras sendiri untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri.

"Seluruh dinas pertanian kabupaten dan kota di Provinsi Aceh harus bahu-membahu bekerjasama dalam meningkatkan produksi padi dengan tiga upaya yaitu optimalisasi lahan, pompanisasi dan tumpang sisip padi gogo," katanya.

Rakor juga menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan ketersediaan pangan di Aceh melalui diversifikasi pertanian, peningkatan produktivitas dan penguatan infrastruktur pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.

Diharapkan, melalui koordinasi yang sinergis antara berbagai lembaga terkait, Aceh dapat menghadapi tantangan darurat pangan dengan lebih tangguh dan responsif serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakatnya.

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup