03 Juni 2026
Pertanian

Polbangtan Kementan Cetak Wirausahawan Andal melalui TeFa Kopi

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Kapusdiktan Idha Widi Arsanti [ke-3 kanan] didampingi Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini [ke-2 kanan] dan Ketua Kelompok Program dan Kerjasama Pendidikan Pusdiktan, Saptorini [kanan] meninjau fasilitas TeFa Polbangtan Medan didampingi sejumlah mahasiswa.

MEDAN - Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan [PKKP] Badan Pangan Nasional [Bapanas] Andriko Noto Susanto melakukan kunjungan ke Teaching Factory [TeFa] Miniplant Industry dan Modern Nursery Kopi yang dimiliki Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] Medan pada Sabtu [30/3].

Kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian - Kementerian Pertanian RI [Kapusdiktan] Idha Widi Arsanti dan Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini serta dihadiri oleh Founder and Chairman, Mcorp., a Leading Marketing Profesional Service Firm in ASEAN,  Hermawan Kartajaya.

Pada kunjungan tersebut, mereka dapat melihat secara langsung pembibitan kopi hingga pengolahan biji kopi serta berdiskusi langsung dengan mahasiswa Polbangtan terkait pemanfaatan TeFa terhadap keberlangsungan pendidikan di Polbangtan Medan.

Pelaksanaan TeFa sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa kegiatan wirausaha merupakan upaya untuk regenerasi tenaga terampil di bidang pertanian, yang punya semangat wirausaha atau socioagripreneur.

"Menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian dengan menghasilkan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing," katanya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengemukakan bahwa petani muda memiliki peran dalam mewujudkan swasembada pangan nasional dan produksi pangan pokok.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan TeFa merupakan metode pembelajaran yang diterapkan mendekati kondisi faktual di dunia usaha dan dunia industri, dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan stakeholder, sehingga kompetensinya selaras permintaan pasar.

"Salah satu sistem TeFa yang dikembangkan Polbangtan Medan, dengan mengembangkan Modern Nursery Kopi dan Miniplant Industri Pengolahan," katanya.

TeFa tersebut, kata Yuliana, menjadi tempat pembelajaran dan bisnis di bidang kopi, sehingga mahasiswa akan mampu mengembangkan potensi sebagai wirausahawan kopi mulai dari pembibitan hingga pengolahan. [yennizar/ira/timhumas polbangtanmedan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup