03 Juni 2026
Pertanian

Kementan Komitmen Kawal Keberlanjutan CSA pada 24 Kabupaten di 10 Provinsi

post-img
PROGRAM SIMURP: Kapusluh BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya [tengah] didampingi Project Manager SIMURP, Sri Mulyani [ke-6 kiri] bersama para Penanggung Jawab Teknis Kegiatan Provinsi, para Pelaksana Teknis Kabupaten dan Koordinator BPP lokasi kegiatan SIMURP pada 24 kabupaten di 10 provinsi.

PALEMBANG - Kementerian Pertanian RI berkomitmen mengawal keberlanjutan Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture [CSA] pada 24 kabupaten di 10 provinsi bagi program utama daerah melalui pelatihan dan bimbingan teknis [Bimtek] bagi peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Komitmen tersebut dikemukakan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusluhtan] Bustanul Arifin Caya saat membuka Pertemuan Koordinasi SIMURP 2024 di Palembang, Sumatera Selatan, awal Maret lalu. Pertemuan juga membahas rencana keberlanjutan CSA pasca Program SIMURP tahun 2024.

Pertemuan koordinasi di Palembang dihadiri Project Manager SIMURP, Sri Mulyani, para Penanggung Jawab Teknis Kegiatan Provinsi, para Pelaksana Teknis Kabupaten dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] lokasi kegiatan CSA SIMURP pada 24 kabupaten di 10 provinsi.

"Pertanian CSA merupakan pendekatan transformasi dan reorientasi sistem produksi pertanian dan rantai nilai pangan guna mendukung pertanian berkelanjutan," kata Bustanul yang juga Direktur National Project Implementation Unit [NPIU] Program SIMURP.

Pengembangan CSA yang diusung Kementan bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong dan mengawal pertanian berwawasan iklim CSA, agar tetap kreatif dan inovatif melakukan mitigasi perubahan iklim.

"Fokus kerja Kementan pada 2024 adalah memperkuat produksi berbagai komoditas pokok seperti padi dan jagung di tengah perubahan iklim global," kata Mentan Amran.

Hal tersebut didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian didukung oleh stakeholders terkait.

"Untuk itu diperlukan langkah awal dalam upaya peningkatan wawasan dan pemahaan serta penyamaan persepsi dalam upaya mencapai swasembada padi dan jagung,” katanya.

Dukungan BPP
Direktur NPIU SIMURP, Bustanul Arifin Caya mengatakan Kementan melalui Pusluhtan BPPSDMP Kementan, berupaya meningkatkan keterlibatan penyuluh untuk aktif menjalankan 5 Peran dan Fungsi BPP KostraTani.

"BPP sebagai pusat data dan informasi pertanian, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring kemitraan," katanya.

Sementara Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengharapkan petani dan penyuluh yang sudah menerapkan teknologi CSA untuk dapat menyebarluaskan cerita sukses penerapan teknologi CSA kepada petani lainnya dan terus menerapkan teknologi CSA secara mandiri dan berkelanjutan.

"Daerah agar berperan aktif mengawal dan mendampingi kegiatan CSA secara luas dan berkelanjutan. Tak kalah penting, replikasi dan resonansi teknologi CSA secara masif melalui sosialisasi di luar lokasi SIMURP," katanya dalam kesempatan terpisah.

Sri Mulyani juga mengapresiasi pada petani bersama kelompok taninya maupun Gapoktan melaksanakan penerapan teknologi CSA dan pendampingan penyuluh serta berbagai pihak yang mendukung keberhasilan kegiatan penerapan teknologi CSA.

"Dibuktikan pada kita semua, adanya peningkatan hasil produksi dan produktivitas padi di lokasi Demplot CSA yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani serta mengurangi emisi GRK sebagaimana dukungan kita mengurangi dampak perubahan iklim global. [timsimurpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup