LANGKAT - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara [Pemprov Sumut] menggandeng Kementerian Pertanian RI melaksanakan program utama daerah dan Kementan melalui pelatihan dan bimbingan teknis [Bimtek] seperti yang digelar di Kabupaten Langkat bagi keberlanjutan Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] belum lama ini.
Bimtek di Langkat berlangsung satu hari di Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Sirapit tentang CSA bagi penyuluh, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan [POPT], Pengawas Benih Tanaman [PBT] dan petani muda Langkat.
Program Genta Organik serta kesiapan petani dan penyuluh dalam menghadapi fenomena El Nino di semua BPP Kabupaten Konawe. Selain juga untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dan petani, ujar Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan Kab. Konawe,
Pengembangan CSA yang diusung Kementan bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang tiada henti mendorong dan mengawal pertanian berwawasan iklim CSA, agar tetap kreatif dan inovatif melakukan mitigasi perubahan iklim global.
"Fokus kerja Kementan pada 2024 adalah memperkuat produksi berbagai komoditas pokok seperti padi dan jagung di tengah perubahan iklim global," kata Mentan Amran.
Upaya tersebut, katanya, sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo yang meminta peningkatan produksi komoditas strategis. "Satu tahun ini, fokus pada produksi padi, jagung dan kedelai meski dibayangi El Nino. Kita berupaya menekan dulu impor agar bisa swasembada."
Hal tersebut didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian didukung oleh stakeholders terkait.
"Untuk itu diperlukan langkah awal dalam upaya peningkatan wawasan dan pemahaan serta penyamaan persepsi dalam upaya mencapai swasembada padi dan jagung,” katanya.
Penyuluh pusat Kementan, Susi Deliana melaporkan, Bimtek bertujuan menyosialisasikan Program CSA SIMURP di Sumut serta mendukung penguatan BPP sebagai pusat pembelajaran serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani bersama penyuluh CSA.
Terpisah, Direktur National Project Implementation Unit [NPIU] SIMURP Bustanul Arifin Caya mengatakan Kementan melalui Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan] BPPSDMP Kementan, berupaya meningkatkan keterlibatan penyuluh untuk aktif menjalankan 5 Peran dan Fungsi BPP KostraTani.
"BPP sebagai pusat data dan informasi pertanian, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring kemitraan," katanya.
Sementara Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengharapkan petani dan penyuluh yang sudah menerapkan teknologi CSA untuk dapat menyebarluaskan cerita sukses penerapan teknologi CSA kepada petani lainnya dan terus menerapkan teknologi CSA secara mandiri dan berkelanjutan.
"Daerah agar berperan aktif mengawal dan mendampingi kegiatan CSA secara luas dan berkelanjutan. Tak kalah penting, replikasi dan resonansi teknologi CSA secara masif melalui sosialisasi di luar lokasi SIMURP," katanya dalam kesempatan terpisah.
Sri Mulyani juga mengapresiasi pada petani bersama kelompok taninya maupun Gapoktan melaksanakan penerapan teknologi CSA dan pendampingan penyuluh serta berbagai pihak yang mendukung keberhasilan kegiatan penerapan teknologi CSA.
"Dibuktikan kepada kita semua adanya peningkatan hasil produksi dan produktivitas padi dilokasi demplot CSA yang berdampak pada meningkatan pendapatan petani serta mengurangi emisi GRK sebagaimana dukungan kita mengurangi dampak perubahan iklim global. [timsimurpkementan]