03 Juni 2026
Pertanian

Cerdas Tanggap Iklim, Penyuluh CSA Ubah Pola Pikir Petani Serdang Bedagai

post-img
PROGRAM SIMURP: Penyuluh SIMURP CSA mendorong petani melakukan pendekatan yang mentransformasi dan reorientasi sistem produksi pertanian dan rantai nilai pangan sehingga mampu mendukung pertanian berkelanjutan dan dapat memastikan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.

SERDANG BEDAGAI - Berhasil mengubah pola pikir [mindset] petani untuk bertani cerdas dengan benih bersertifikasi, sistem tanam tegel menjadi jajar legowo, sosialisasi pupuk organik dan inisiasi terbentuknya Kelompok Wanita Tani [KWT] di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai [Sergai] Provinsi Sumatera Utara.

Itulah catatan kinerja Rudi Effendi Hasibuan, penyuluh pada Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Sei Rejo sehingga dinilai layak menjadi Penyuluh Terbaik SIMURP 2023 dari Provinsi Sumatera Utara.

Inovasi CSA diusung Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] mengusung inovasi teknologi Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA].

Rudi Effendi Hasibuan dinilai melaksanakan kegiatan penyuluhan sejalan sasaran SIMURP yakni mendidik dan melatih petani mengimplementasikan CSA.

Program SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman kepada jajarannya di Kementan maupun dinas terkait di daerah untuk melakukan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi untuk 2024.

“Tidak ada basa basi membangun negeri ini. Kerja saja. Pertanian Indonesia hebat. Tahun 2017 swasembada, 2019 swasembada, 2020 swasembada. Berarti kita bisa,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa SDM pertanian, perannya sangat penting terhadap pengembangan pertanian CSA.

"CSA suatu pendekatan yang mentransformasi dan reorientasi sistem produksi pertanian dan rantai nilai pangan sehingga mampu mendukung pertanian berkelanjutan dan dapat memastikan ketahanan pangan dalam kondisi perubahan iklim," katanya.

Kementan bersama SIMURP memberikan 24 penghargaan setelah diusulkan pemerintah provinsi [Pemprov] lokasi CSA selaku Nominator [pengusul] diikuti verifikasi oleh SIMURP pada Nomine [usulan] untuk menetapkan ´role model´ ideal.

Penghargaan SIMURP 2023 diberikan oleh Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mewakili Direktur National Project Implementation Unit [NPIU] Bustanul Arifin Caya di Hotel Trembesi BSD, Tangerang, belum lama ini. Hadir para penerima penghargaan didampingi sejumlah penyuluh pusat Kementan serta penyuluh pendamping lokasi SIMURP.

"Penetapan peraih Penghargaan SIMURP 2023 melalui proses penilaian yang obyektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, mengacu instrumen atau indikator yang dituangkan dalam Juklak [petunjuk pelaksanaan]" kata Sri Mulyani saat membuka kegiatan Penghargaan SIMURP.

Sri Mulyani menambahkan, indikator penilaian penerima Penghargaan SIMURP antara lain kegiatan/aktivitas yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di lokasi SIMURP yang sesuai Juklak. [timsimurpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup