LAMONGAN - Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] khususnya Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor dan Polbangtan Malang mengakomodir kompetensi khusus bagi pendidikan vokasi pergulaan, untuk mendukung tersedianya SDM andal dan mumpuni bidang budidaya tebu dan industri gula di seluruh Indonesia.
Komitmen tersebut mengemuka pada upaya ´Penyelarasan Kurikulum Pendidikan Vokasi´ dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI dengan Gabungan Produsen Gula Indonesia [Gapgindo].
Kompetensi khusus yang sesuai kebutuhan Gapgindo telah terakomodir dan selaras pada Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor dan Polbangtan Malang, sehingga kebutuhan peserta didik pada Penerimaan Mahasiswa Baru [PMB] Gapgindo akan menyelaraskan dengan Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan] BPPSDMP Kementan.
Dukungan Kementan bagi Gapgindo, untuk mengantisipasi minimnya peminatan pada sekolah gula, sehingga SDM yang dihasilkan untuk kompetensi bidang tebu dan gula belum terpenuhi secara maksimal.
Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa tongkat estafet pertanian harus segera diberikan kepada generasi milenial.
"Merekalah yang akan meneruskan pembangunan sektor pertanian mandiri, maju dan modern," katanya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa generasi milenial didorong untuk mengambil peran khususnya di sektor industri gula.
"Melalui pendidikan vokasi, Kementan melahirkan SDM kompetitif sebagai tenaga kerja industri tebu yang andal dan unggul selaku job seeker dan pengusaha pertanian serta mampu menyerap lapangan pekerjaan pada industri tebu sebanyak mungkin" katanya.
Langkah penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi pergulaan ditandai kunjungan pejabat Kementan dan dosen Polbangtan didampingi sejumlah direksi di pabrik penggilingan gula PT Kebun Tebu Mas di Kabupaten Lamongan dan Madiun di Provinsi Jawa Timur, belum lama ini, untuk melihat proses maintenance dan penggunaan alat berat.
Kunjungan lapangan dilanjutkan ke SMK Gula Rajawali untuk melihat lahan praktik budidaya tebu dan laboratorium yang digunakan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran seperti Laboratorium Mekanik, Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Pengolahan Hasil, Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Laboratorium Pengembangan Tricogamma serta diskusi tentang proses pembelajaran SMK Gula Rajawali. [ira/timhumas polbangtanmedan]