04 Juni 2026
Pertanian

Kementan Monev MBKM Mahasiswa Polbangtan Medan di Tapanuli Selatan

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Dosen MBKM bersama pembimbing eksternal dan mahasiswa/i duduk bersama sambil minum kopi seraya menanyakan hal-hal terkait dengan kegiatan mahasiswa selama MBKM serta sejauh mana capaian mata kuliah dan laporan PKL yang mereka kerjakan.

TAPANULI SELATAN - Kementerian Pertanian RI menggelar Monitoring dan Evaluasi [Monev] pelaksanaan magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka [MBKM] oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dari Polbangtan Medan pada lokasi MBKM Tyanna Coffee di Kabupaten Tapanuli Selatan [Tapsel] Provinsi Sumatera Utara pada medio Januari 2024 lalu.

Tujuan Monev pada MBKM Tyanna Coffee di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Tapsel untuk Monev untuk evaluasi apa saja yang telah dilaksanakan mahasiswa/i Polbangtan Medan di lokasi MBKM maupun kendala yang dihadapi sehingga tujuan MBKM tercapai dengan baik.

Kegiatan Monev dilakukan dosen Liza dan Hadi serta  pembimbing eksternal Abdul Wahid Harahap terhadap mahasiswa MBKM Tyanna Coffee, untuk mengetahui sejauh mana capaian mata kuliah dan laporan praktik kerja lapangan [PKL] dari mahasiswa/i Polbangtan Medan.

Upaya Monev sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi produsen kopi terbesar dunia.

"Optimistis harus diraih, mengingat Indonesia negara tropis dengan wilayah pegunungan yang membentang dari ujung Sumatera hingga ke Papua. Potensial untuk kopi," katanya.

Mentan Amran mengarahkan agar tahun depan, kopi Indonesia di peringkat dua dunia, dengan meningkatkan mutu dan produktivitas menjadi satu ton per hektar, naik peringkat nomor satu dunia.  

"Langkah awal telah dilakukan, para ahli kopi ditugaskan ke Vietnam untuk mempelajari teknik meningkatkan produktivitas kopi," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menyoroti tentang keberhasilan sektor pertanian bertumpu pada peran aktif SDM pertanian sebagai penggerak utama pembangunan pertanian Indonesia.

"Utamanya Polbangtan sebagai ´kawah chandradimuka´ dari petani milenial dan wirausahawan muda pertanian yang terdidik sebagai sarjana S1 terapan," katanya.

Polbangtan, kata Dedi Nursyamsi harus didorong untuk menghadirkan pertanian ke depan akan lebih baik, dengan kontribusi lebih maksimal dari SDM pertanian yang mumpuni.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan partisipasi mahasiswanya pada MBKM Tyanna Coffee di Tapsel merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh selama belajar di kampus.

"Selama program MBKM, mahasiswa belajar banyak hal, memperkuat jaringan dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja nantinya," kata Yuliana.

Kegiatan edukasi oleh mahasiwa MBKM Tyanna Coffee didampingi pembimbing eksternal, Abdul Wahid Harahap pada kegiatan edukasi mahasiswa Polbangtan Medan bagi para petani dari Poktan Tandasira Maju Bersama. [ira/timhumas polbangtanmedan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup