04 Juni 2026
Pertanian

Polbangtan Kementan Dukung Pengembangan Petani Milenial Simalungun dan Dairi

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Wakil Direktur I Polbangtan Medan, Nurliana Harahap [ke-2 kanan] bersama Wadir II Mukhlis Yahya dan Wadir III Merlyn Mariana pada Rapat Evaluasi Kinerja untuk Tahun Anggaran 2024 yang dibuka Direktur Yuliana Kansrini di Aula Polbangtan Medan.

MEDAN - Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] pada Polbangtan Medan siap mendukung Kementerian Pertanian RI bersama Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services [YESS] pada 2024 bagi pengembangan petani milenial di Kabupaten Simalungun dan Dairi di Provinsi Sumatera Utara.

Tak kalah penting, Polbangtan Medan pada 2024 akan membuka peminatan Penyuluhan Perkebunan Kelapa Sawit pada Prodi Penyuluhan Perkebunan Presisi, dan Perkebunan Kepala Sawit pada Prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan [TPTP] bagi Jurusan Perkebunan didukung pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit [BPDPKS] untuk 2024.

Upaya dan langkah tersebut mengemuka pada kegiatan Rapat Evaluasi Kinerja untuk Tahun Anggaran 2024, yang berlangsung dua hari, 27 - 28 Desember 2023 di Aula Polbangtan Medan.

Kegiatan Rapat Evaluasi Kinerja dibuka oleh Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini, yang diikuti oleh seluruh unit pada struktur organisasi Polbangtan Medan. Setiap unit memaparkan evaluasi kinerja dan diskusi guna mendapatkan masukan pada penyusunan rencana kerja pada 2024.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengingatkan bahwa keberhasilan sektor pertanian bertumpu peran aktif SDM pertanian sebagai penggerak utama pembangunan pertanian Indonesia. Utamanya, Polbangtan sebagai ´kawah chandradimuka´ dari petani milenial dan wirausahawan muda pertanian yang terdidik sebagai sarjana S1 terapan.

"Polbangtan harus didorong untuk menghadirkan pertanian ke depan akan lebih baik. Bisa berkontribusi lebih maksimal adalah hadirnya SDM yang kuat," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan generasi milenial yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

 “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern," katanya.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, kata Dedi Nursyamsi, juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini pada Rapat Evaluasi Kinerja mengungkap tentang peluang keterlibatan Polbangtan Medan dengan Program YESS pada 2024.

"Polbangtan Medan kemungkinan menjalankan atau mendapatkan bantuan Program YESS untuk 2024," katanya.

Yuliana menambahkan, rencana lokasi kegiatan Program YESS di Kabupaten Simalungun dan Dairi. Guna mendukung pengembangan petani milenial untuk menghadirkan wirausahawan milenial yang tangguh dan berkualitas di pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja kompeten di bidan pertanian.

"Polbangtan Medan juga akan membuka peminatan Penyuluhan Perkebunan Kelapa Sawit pada Prodi Penyuluhan Perkebunan Presisi, dan Perkebunan Kepala Sawit pada Prodi TPTP untuk Jurusan Perkebunan dengan memanfaatkandana BPDPKS untuk tahun 2024," katanya lagi. [yenni/ira/timhumas polbangtanmedan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup