04 Juni 2026
Pertanian

14 Poktan Usulan Provinsi Kegiatan CSA Bersaing Raih Penghargaan 2023

post-img
PROGRAM SIMURP: Project Manager NPIU SIMURP, Sri Mulyani [kanan] memberikan apresiasi bagi kelompok tani [Poktan] berwawasan CSA di Provinsi Sumatera Utara pada kegiatan Farmers Field Day di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai.

JAKARTA - Sebanyak 14 Kelompok Tani [Poktan] berwawasan Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture menjadi Nomine [diusulkan] oleh 10 Pemerintah Provinsi [Pemprov] lokasi kegiatan CSA selaku Nominator [pengusul] Poktan di wilayahnya untuk bersaing meraih Penghargaan SIMURP 2023.

Eksibisi hingga kompetisi menjadi pilihan untuk mendapatkan kampiun, begitu pula Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] menggelar Penghargaan SIMURP 2023 untuk menetapkan Poktan tingkat Nasional lokasi kegiatan SIMURP pada 24 kabupaten di 10 provinsi.

Untuk wilayah Sumatera, Pemprov Sumatera Utara usulkan Poktan Mbuah Page di Kabupaten Deli Serdang dan Poktan Mawar [Serdang Bedagai] serta Pemprov Sumsel usulkan Poktan Sri Mulyo [Banyuasin].

Di wilayah Jawa, Pemprov Jawa Barat mengusulkan Poktan Darmatani [Karawang]; Poktan Mulyo Tani [Kebumen] diusulkan oleh Pemprov Jawa Tengah; dan Pemprov Jawa Timur menjagokan Poktan Tani Mulyo [Jember].

Dari Kalimantan adalah tiga Poktan yang diusulkan oleh Pemprov Kalimantan Tengah yakni Poktan Mekar Karya, Usaha Tani dan Permadi Putri, kesemuanya dari Kabupaten Katingan.

Pemprov Nusa Tenggara Barat [NTB] mengusulkan Poktan Baru Sadar [Lombok Tengah]; Pemprov Nusa Tenggara Timur [NTT] menjagokan Poktan Nesi Susa I dan Sumber Makmur [Nagekeo] dan Poktan Sipakainge I [Pinrang] diusulkan Pemprov Sulawesi Selatan.

Upaya Program SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa fungsi Poktan harus ditingkatkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

"Sektor pertanian sangat strategis sebagai salah satu pilar ketahanan negara. Pertanian membutuhkan SDM yang tangguh dan menguasai budidaya hingga teknologi," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pemerintah berupaya memfasilitasi peningkatan pendapatan petani melalui pemberdayaan, peningkatan akses terhadap sumber daya usaha pertanian, pengembangan kelembagaan dan perlindungan terhadap petani.

"Pencapaian tujuan tersebut melalui pemberdayaan petani, pengembangan kelembagaan, peningkatan akses petani terhadap sumberdaya produktif, pengembangan diversifikasi usaha dan penanggulangan kemiskinan," katanya.

Menurut Dedi Nursyamsi, pembinaan dan pendampingan kelompok tani merupakan strategi mendukung  pemberdayaan, penumbuhan dan penguatan kelembagaan petani.

Juklak Penghargaan 2023
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusluhtan] Bustanul Arifin Caya mengatakan Pusluhtan menyusun Juklak sebagai panduan pengelola dan pelaksana SIMURP di pusat [NPIU], provinsi [PPIU], Kabupaten [KPIU] dan Kecamatan [BPP] serta pemangku kepentingan lainnya.

"Pelaksanaan penilaian dilakukan untuk menilai Poktan yang layak menjadi Poktan level Nasional dari lokasi kegiatan SIMURP tahun 2023," kata Bustanul yang juga menjabat Direktur NPIU SIMURP pada Juklak yang dia teken selaku Kapusluh.

Menurutnya, sasaran yang akan dinilai sebagai calon [nomine] Poktan yang memperoleh penghargaan adalah Poktan yang telah menerapkan teknologi CSA untuk peningkatan produksi secara berkelanjutan di lokasi SIMURP.

"Poktan yang dicalonkan harus memenuhi Persyaratan Umum dan Administrasi. Persyaratan Umum adalah Poktan yang mempunyai pengurus terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara serta sudah terdaftar pada Sistem Infromasi Penyuluhan Pertanian atau Simluhtan," katanya.

"Mempunyai kegiatan usaha tani yang sejenis, adanya struktur organisasi, Poktan yang mengimplementasikan kegiatan CSA SIMURP secara berkelanjutan," kata Bustanul.

Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengurai tentang Persyaratan Administrasi meliputi identitas Poktan, Surat Keterangan [SK] dari Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] yang menyatakan bahwa Poktan sebagai kelompok yang aktif dalam kegiatan SIMURP dan sudah pernah mengikuti pelatihan-pelatihan.

Penghargaan yang pernah diterima paling sedikit dua tahun terakhir; rekomendasi dari Koordinator BPP; bukti atau dokumen dari unsur dan sub unsur kegiatan yang dinilai; usulan calon Poktan penerima penghargaan dari tingkat kecamatan hingga kabupaten; dan rekapitulasi hasil penilaian calon Poktan penerima penghargaan dari provinisi.

"Aspek Penilaian terkait organisasi, penyusunan rencana kerja, kemampuan melaksanakan teknologi CSA, penerapan metode pertemuan, materi pertemuan dalam bentuk media penyuluhan," kata Sri Mulyani.

Dalam Metode Penilaian, katanya, selain Seleksi Administrasi juga dilakukan Observasi Lapangan untuk menilai secara langsung kinerja calon Poktan yang memperoleh Penghargaan SIMURP 2023. [timsimurpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup