04 Juni 2026
Pertanian

Kementan Dukung Pengembangan Bisnis Ternak KUB di Palangkaraya

post-img
BPPSDMP KEMENTAN: Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi [ke-2 kanan] bersama Ketua KUB Karanggan Milenial, Sentot Triono [kiri] didampingi Kepala SMKPPN Banjarbaru, Budi Santoso [ke-2 kiri] pada rangkaian kegiatan `Pembinaan Penyuluh Provinsi Kalimantan Tengah`.

PALANGKARAYA - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI[BPPSDMP], Dedi Nursyamsi mengawali kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Tengah dengan mendatangi Kelompok Usaha Bersama [KUB] Karanggan Milenial di Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya pada Minggu [10/12].

Kehadiran Dedi Nursyamsi bersama Tim BPPSDMP di Kalteng  merupakan rangkaian dari kegiatan ´Pembinaan Penyuluh Provinsi Kalimantan Tengah´ yang akan digelar Senin [11/12] dan dijadwalkan dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

Rombongan BPPSDMP Kementan diterima oleh Ketua KUB Karanggan Milenial, Sentot Triono, yang menjelaskan tentang usahanya yang bergerak di bidang peternakan, utamanya jenis kambing Jawa Randu yang dikembangbiakkan sebagian besar dipasarkan sebagai kambing akikah.

“Kambing jenis Jawa Randu tidak terlalu besar, dengan berat rata rata sekitar 30kg sehingga cocok untuk kambing akikah. Pakan ternak dari ampas tahu yang dipasok pabrik tahu di sekitar wilayah peternakan KUB," katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi dalam kunjungan tersebut memberikan motivasi dan tips dalam menjalankan agribisnis ternak.

"KUB ini termasuk masih pemula, punya potensi untuk berkembang, yang harus dikuasai antara lain pakan, pengendalian penyakit dan pemilihan bibit pejantan" katanya didampingi Kepala SMKPPN Banjarbaru, Budi Santoso.

Dedi menambahkan, beternak seperti membesarkan bayi, harus dijaga betul kondisi pakannya.

"Pakan itu yang utama selain pengendalian penyakit. Hijauan pakan ternak disini harus maksimal. Tidak hanya hijauan tapi harus ditambah konsetrat untuk meningkatkan kualitas ternak," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Prof Dedi itu mengatakan, di Kalimantan banyak pohon sawit, dan bungkil sawit itu juga potensial sebagai pakan ternak.

"Harus dioptimalkan potensi wilayah untuk mendukung petani dan peternak," katanya.

Dedi berpesan harus banyak belajar untuk membuat pakan ternak, utama untuk meningkatkan berat badan ternak.

"Maksimalkan pakan, perhatikan kesehatan. Tidak kalah penting memilih pejantan bibit yang unggul. Bagaimana dapat anakan yang bagus kalau bibitnya jelek?" tutup Dedi.

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup