04 Juni 2026
Pertanian

Pacu Produktivitas, SMKPP Kementan Terapkan Smart Farming Budidaya Cabai

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi [ke-4 kanan] didampingi Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni [ke-3 kiri] meninjau pengembangan Smart Farming oleh SMKPPN Sembawa untuk menunjang siswa pendidikan vokasi pertanian di Banyuasin, Sumsel tersebut memahami teknologi inovasi pertanian.

BANYUASIN - SMK Pertanian Pembangunan [SMK-PP] Negeri Sembawa sebagai Unit Pelaksana Teknis [UPT] dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI [BPPSDMP] senantiasa berkomitmen mengembangkan pemanfaatan teknologi Smart Farming bagi siswa selaku generasi penerus pertanian, diharapkan Smart Farming akrab dengan generasi Z.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengingatkan tentang pentingnya pertanian sebagai sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia.

“Pertanian adalah sektor terpenting, untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat sekaligus menjaga stabilitas nasional," katanya.

Seiring perkembangan zaman, kata Dedi Nursyamsi, semua insan pertanian diminta aktif dalam upaya mengembangkan pertanian berbasis teknologi atau Smart Farming.

Kepala SMKPPN Sembawa Yudi Astoni mengatakan bahwa Smart Farming yang diterapkan saat ini pada beberapa unit produksi di antaranya pada tanaman hortikultura seperti cabai.

"Sebelumnya, beberapa guru dan karyawan telah magang tentang Smart Farming yang selanjutnya ditransfer kepada siswa," katanya melalui pernyataan tertulis pada Rabu [6/12].

Dalam Smart Farming, kata Yudi Astoni, di unit produksi cabai diterapkan internet of things yang bekerja serba automatis baik sistem irigasi drip, alat pengatur suhu dan kelembaban.

"Saat ini tanaman cabai hasil penerapan Smart Farming sudah memenuhi pasar termasuk mendukung Gerakan Pasar Murah yang rutin dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumatera Selatan," katanya lagi.

Lebih spesifik, Ketua Program Studi [Prodi] Agribisnis Tanaman Pangan Hortikultura [ATPH] Junaedi menjelaskan cabai yang dikembangkan dengan Smart Farming adalah cabai hibrida Kaliber dari Wijitan.

"Populasinya dua ribu batang, saat ini sedang dilakukan pemanenan ketiga dengan hasil 35 kg," kata Junaedi. [titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup