PALEMBANG - Kementerian Pertanian RI terus memantau harga kebutuhan pokok pada sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya Provinsi Sumatera Selatan oleh Tim Pengawalan dan Monitoring SMK Pertanian Pembangunan Negeri [SMKPPN] Sembawa.
Upaya tersebut ditempuh SMKPPN Sembawa melalui kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional [Bapanas] dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumsel beserta Bhayangkari ranting Sukarami cabang kota besar Palembang dan Kelurahan Kebun bunga.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan menyampaikan, pertanian akan terus berproduksi untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan.
“Bahan pangan pokok dibutuhkan setiap harinya. Karena itu, kita minta tim bekerja efektif memastikan bahan pokok tersedia di masyarakat," ujar Dedi.
Tim Pengawalan dan Monitoring mempunyai tugas melakukan pengawalan, koordinasi, dan monitoring terhadap kepastian ketersediaan dan harga bahan pokok. Khususnya dalam menghadapi harga beras, cabai dan kebutuhan pokok lainnya yang terus melambung.
Sebagaimana diketahui, stok 10 komoditas pangan pokok yaitu beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging sapi, gula pasir, dan minyak goreng terpantau mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan, salah satu dari dampak laju inflasi 2023.
Dalam upaya menekan laju inflasi di Sumatera Selatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumsel secara rutin menggelar gerakan pangan murah untuk masyarakat kota Palembang dan sekitarnya atau sekitarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumsel, Ruzuan Effendi mengatakan meskipun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti bahan pokok utama beras, cabai rawit, dan telur namun stok tetap aman
"Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai dan telur ayam, dengan menyediakan stok beras ribuan kilo dan habis terjual," katanya pada pembukaan Gerakan Pangan Murah di Kota Palembang, Selasa [5/12].
Berbagai jenis produk dan sembako yang ditawarkan di Gerakan Pangan Murah tersebut sangat menarik perhatian masyarakat untuk mengunjungi pasar murah tersebut, terutama komoditas beras dan telur ayam yang dijual murah sehingga masyartakat berbondong-bondong dan rela antri untuk mendapatkan paket beras dan sembako murah lainya.
Ruzuan Effendi menyebut bahwa dengan adanya Gerakan Pangan Murah yang digelar selama satu hari ini dapat membantu masyarakat umum untuk mendapatkan sembako murah dengan kualitas baik dan diharapkan mampu menekan harga kebutuhan pokok dan kelangkaan stock di pasaran.
Gerakan Pangan Murah diikuti oleh 18 peserta, Perum Bulog sebagai pemasok bahan pokok beras dan Mitra Tani sebagai pemasok sayur dan buah segar.
Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni menambahkan, SMKPPN Sembawa sebagai UPT Kementan konsisten mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan pangan.
"Dalam gerakan pasar murah ini, SMK PP Negeri Sembawa ikut andil sebagai pemasok produk telur ayam dan hasil produk PWMP dari para siswa," katanya. [titin/timhumas smkppnsembawa]