04 Juni 2026
Pertanian

Kementan akan Anugerahkan Penghargaan bagi SDM Pertanian Pelaksana CSA 2023

post-img
PROGRAM SIMURP: Kegiatan Sosialisasi Penghargaan SIMURP 2023 dibuka oleh Kepala Pusluhtan BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya dihadiri pengelola SIMURP, kepala bidang penyuluhan/penanggungjawab teknis SIMURP dan BPP/penyuluh pada 24 kabupaten di 10 provinsi lokasi SIMURP.

JAKARTA - Pengembangan Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture [CSA] oleh Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] sejak 2019 hingga saat ini, berkontribusi besar pada pembangunan pertanian bagi peningkatan produksi, produktivitas, indeks pertanaman [IP], pendapatan petani dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca [GRK].

Capaian tersebut atas dukungan dan peran penyuluh pertanian, Badan Penyuluhan Pertanian [BPP], Kelompok Tani [Poktan], Kelompok Wanita Tani [KWT] dan Kelembagaan Ekonomi Petani [KEP] dalam pengawalan dan pendampingan bagi pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi, Kementan bersama Program SIMURP akan memberikan apresiasi berupa penghargaan pada lima kategori yakni penyuluh, BPP, Poktan, KWT dan KEP pelaksana CSA di lokasi kegiatan SIMURP. Pemberitan penghargaan dijadwalkan oleh Kementan berlangsung pada Desember 2023.

Program SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman kepada jajarannya di Kementan maupun dinas terkait di daerah untuk melakukan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi untuk 2024.

“Tidak ada basa basi dalam membangun negeri ini. Kerja saja. Pertanian Indonesia hebat. Tahun 2017 swasembada, 2019 swasembada, 2020 swasembada. Berarti kita bisa,” katanya saat membuka Rakor Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024 di Jakarta, Senin [30/10].

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa SDM pertanian, perannya sangat penting terhadap pengembangan pertanian CSA.

"CSA suatu pendekatan yang mentransformasi dan reorientasi sistem produksi pertanian dan rantai nilai pangan sehingga mampu mendukung pertanian berkelanjutan dan dapat memastikan ketahanan pangan dalam kondisi perubahan iklim," katanya.

Penghargaan SIMURP 2023
Kementan khususnya Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusluhtan] medio September lalu menggelar ´Pertemuan Sosialisasi Pemberian Penghargaan SIMURP Komponen A dan B tahun 2023 di Hotel Trembesi BSD Serpong, Tangerang Selatan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Pusluhtan BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya didampingi Zuroqi Mubarok, Ketua Kelompok Program dan Evaluasi Penyuluhan - Pusluhtan dan Project Manager SIMURP, Sri Mulyani.

Turut hadir Koordinator Kelompok Lingkup Pusluhtan BPPSDMP Kementan, pengelola SIMURP, kepala bidang yang menangani penyuluhan/penanggungjawab teknis SIMURP di 10 Provinsi, kepala bidang yang menangani penyuluhan/pelaksana teknis dan koordinator BPP/Penyuluh di 24 Kabupaten lokasi SIMURP serta penyuluh pusat.

"Proyek SIMURP akan berakhir pada Juni 2024. Ada pun tujuan pertemuan, untuk menyamakan persepsi dalam melakukan seleksi maupun penilaian kepada calon penerima penghargaan," kata Kapusluh Bustanul Arifin Caya saat membuka kegiatan sosialisasi tersebut.

Harapannya, kata Bustanul, pelaksanaan pemberian Penghargaan SIMURP dapat berjalan lancar dengan menggunakan instrumen atau indkator yang sudah dituangkan dalam petunjuk pelaksanaan [Juklak].

Hasil pertemuan menyatakan SIMURP melalui BPPSDMP Kementan difokuskan pada upaya strategi pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global melalui CSA yang bertujuan meningkatkan produksi, produktivitas, IP, menurunkan emisi GRK dan meningkatkan pendapatan petani.

Kemandirian KEP dan KWT dapat dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas dari SIMURP yang diperoleh seperti [a] fasilitas bantuan peralatan dan mesin pertanian dalam mendukung kegiatan pemasaran hasil pertanian, pengolahan produksi pertanian, pengolahan hasil produksi pertanian. [b] fasilitas bantuan operasional dan sarana produksi pengembangan produk dan jejaring pasar; dan [c] fasilitas Bimbingan Teknis [Bimtek] dan optimalisasi pendampingan dan pengawalan oleh petani milenial.

Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengatakan indikator penilaian bagi calon penerima Penghargaan SIMURP antara lain kegiatan/aktivitas yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di lokasi SIMURP yang sesuai Juklak. [timsimurpkementan]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup