04 Juni 2026
Pertanian

15 Camat di Banyuwangi Diajak Kementan Dukung Regenerasi Petani

post-img
PROGRAM YESS JATIM: Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana dan Asisten 2 Pemkab Banyuwangi, Dwiyanto (tengah) didampingi Project Manager PPIU Jatim, Acep Hariri (ke-2 kanan) pada pertemuan dengan 15 camat di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

BANYUWANGI - Dalam upaya mengatasi isu pangan dan mendorong regenerasi petani, Kementerian Pertanian RI bersama dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD) meluncurkan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS). 

Program ini telah diperluas ke empat provinsi, termasuk Jawa Timur, sebagai langkah konkrit untuk memperkuat sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa petani milenial mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan disektor pertanian.

“Untuk mencapai produktivitas pertanian yang tinggi, hal utama yang paling utama yaitu tersedianya SDM Pertanian yang unggul, andal, profesional, dan mandiri serta berjiwa enterpreneur tinggi,” tegas Dedi.

Menyadari hal itu, Kementan Kementerian berupaya keras untuk melakukan regenerasi pertanian salah satunya melalui Program YESS.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan Program YESS yang digagas Kementan dan dilaksanakan PPIU Jatim di tingkat provinsi ini menjadi salah satu cara mempercepat regenerasi petani dan mencetak petani milenial.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, yang ditunjuk sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Jawa Timur dari Program YESS, terus berupaya aktif memperluas jaringan dan meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Dalam sambutan di District Multi-Stakeholder Forum (DMSF) di Kabupaten Banyuwangi, Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, secara resmi memperkenalkan Program YESS kepada 15 Camat. 

Dalam sambutannya, Udrayana menekankan peran penting program ini sebagai agen perubahan.

"Program YESS bukan hanya tentang pertanian, juga tentang memberdayakan generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam mengatasi tantangan pangan dan mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan," katanya.

DMSF sebagai forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat distrik atau kabupaten. 

Kegiatan DMSF untuk memfasilitasi dialog, koordinasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementan, dalam hal ini Polbangtan Malang dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Upaya tersebut disambut baik oleh Asisten 2 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dwiyanto dan mengungkapkan dukungannya terhadap upaya Polbangtan Malang dalam regenesasi pertanian.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh Polbangtan Malang dalam melaksanakan regenerasi pertanian di Banyuwangi. Kebanyakan petani di wilayah kami berusia di atas 40 tahun, dan kami menyadari bahwa regenerasi menjadi kunci keberlanjutan sektor pertanian," kata Dwiyanto.

Project Manager PPIU Jatim, Acep Hariri mengaku optimistis bahwa Program YESS dapat memberikan perubahan positif dengan melibatkan generasi muda

"Dengan melibatkan pemuda melalui Program YESS, termasuk dukungan dari fasilitator pemuda, mobilizer, dan SS DIT, diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam pola pikir dan keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian," katanya.

Kolaborasi tersebut, kata Acep Hariri, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi tantangan regenerasi petani muda di wilayah Banyuwangi.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Program YESS diharapkan menjadi pilar penting dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan, membuka harapan baru bagi generasi muda untuk terlibat dalam pertanian. (didit/timhumas yessjatim)

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup