04 Juni 2026
Pertanian

Demplot CSA Pinrang Tembus 10,9 Ton/Ha Gabah Kering Panen meski Diadang El Nino

post-img
PROGRAM SIMURP: Hasil ubinan 2,5 x 2,5 meter dilakukan penyuluh bersama tim BPS Pinrang diperoleh 6,85 kg Gabah Kering Giling [GKG] setara 10,9 ton/ha Gabah Kering Panen yang dilakukan setelah panen raya petani bersama Bupati Pinrang, Irwan Hamid pada lahan Demplot CSA di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto. [Foto: Hartati]

PINRANG - Produktivitas lahan Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] menembus 10,9 ton/ha Gabah Kering Panen [GKP] setara 6,85 kg Gabah Kering Giling [GKG] di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan setelah dilakukan Hitung Ubinan oleh Badan Pusat Statistik [BPS] Pinrang, belum lama ini, pada lahan Demplot CSA di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto.

Capaian petani CSA Pinrang tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Pinrang, Irwan Hamid yang mengungkapkan rasa syukurnya seraya mengapresiasi keandalan CSA yang diusung Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP].

“Alhamdulillah. Meskipun kemarau panjang karena El Nino, yang berakibat pada kurangnya pasokan air irigasi. Bukan hanya melanda Pinrang, tapi hampir seluruh wilayah di Indonesia," katanya saat panen bersama petani didampingi Sekda Pemkab Pinrang, A Calo Karrang.

Ungkapan syukur tersebut dikemukakan Bupati Irwan Hamid saat panen raya pada Farmers Field Day [FFD] yang digelar oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura [TPH] Pemkab Pinrang bersama SIMURP di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto.

Program SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman kepada jajarannya di Kementan maupun dinas terkait di daerah untuk melakukan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi untuk 2024.

“Tidak ada basa basi dalam membangun negeri ini. Kerja saja. Pertanian Indonesia hebat. Tahun 2017 swasembada, 2019 swasembada, 2020 swasembada. Berarti kita bisa,” katanya saat membuka Rakor Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024 di Jakarta, Senin [30/10].

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menegaskan tentang manfaat teknologi CSA dari SIMURP untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global seperti fenomena El Nino, yang saat ini melanda Indonesia.

"Menghadapi musim kemarau panjang atau El Nino yang diprediksi mulai Juli hingga September 2023, Kementan mengimbau dinas pertanian provinsi serta kabupaten dan kota memanfaatkan sumber air yang ada," katanya.

Program SIMURP merupakan modernisasi irigasi strategis dan program rehabilitasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Kementan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional [Bappenas], Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] dan Kementerian Dalam Negeri [Kemendagri] dengan target lokasi Daerah Aliran Sungai [DAS].

"Jangan berhenti menguncapkan rasa syukur, karena hasil panen masih baik, meskipun mungkin tidak seperti pada musim tanam sebelumnya saat kondisi irigasi masih dapat memenuhi kebutuhan air para petani," katanya.

Panen raya tersebut dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi M Jenal dan Camat Watang Sawitto, A Sinapati Rudi.

Bupati Irwan Hamid juga meminta para petani terus membangun kebersamaan dan sinergi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait, sehingga dapat membantu para petani mengatasi kendala di lapangan.

Dia menginstruksikan para penyuluh terus mendampingi petani dalam setiap tahapan pertanaman, sehingga para petani merasa terbantu dengan kehadiran pemerintah melalui para penyuluh. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup