04 Juni 2026
Pertanian

Polbangtan Kementan Tampilkan Produk Unggulan Petani Milenial Jatim pada MIA 2023

post-img
POLBANGTAN MALANG: Direktur Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa Polbangtan Malang sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi Kementan di Jawa Timur, menampilkan aneka produk segar dan olahan dari pertanian maupun peternakan yang dihasilkan mahasiswa Polbangtan Malang dan petani milenial binaan PPIU Jatim.

BOGOR - Dalam upaya menggenjot regenerasi pertanian, Kementerian Pertanian RI memfokuskan perhatiannya pada pendidikan vokasi melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) serta Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan].

Pusdiktan BPPSDMP Kementan secara resmi menggelar Milenial Indonesia Agropreneur [MIA] selama dua hari, 3 -4 November 2023 di Kampus Polbangtan Bogor yang diikuti secara aktif oleh Polbangtan Malang yang merupakan Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan].

Milenial Indonesia Agropreneur merupakan sebuah kegiatan dalam rangka memfasilitasi para mahasiswa, petani milenial serta pemuda untuk saling bertukar pengalaman dan membangun jejaring antar wirausahawan muda pertanian dalam upaya mendukung regenerasi petani dan ketahanan pangan.

MIA 2023 mengusung tema ´Penumbuhan Petani Milenial dalam Mendukung Regenerasi Petani dan Ketahanan Nasional.´ Kegiatan utama MIA adalah pameran produk pertanian dari mahasiswa Polbangtan Kementan serta petani milenial binaan.

Kegiatan MIA sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, yang terus berupaya melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan nasional.

“Indonesia akan berdaulat dan menjadi negara pengekspor beras pada 2027, dengan produksi beras sebesar 10 juta ton. Syaratnya, setiap tahun ada peningkatan lahan 1 juta hektar, sehingga ada penambahan produksi 2,5 juta ton beras setiap tahunnya," katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi memberikan arahan yang menekankan pentingnya peran petani milenial dalam pembangunan pertanian.

"Keberhasilan dalam menyediakan pangan untuk populasi yang semakin besar serta upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ekspor pertanian bergantung pada generasi milenial," katanya saat membuka MIA 2023 di Polbangtan Bogor.

Dedi Nursyamsi menambahkan, pendidikan vokasi menjadi kunci persiapan petani milenial sebagai penerus pembangunan pertanian dan menjawab tantangan keamanan pangan, yang merupakan hal vital bagi keberlangsungan bangsa.

“Petani milenial adalah penentu utama bagi perkembangan pertanian, dan melalui pendidikan yang tepat, mereka akan mampu menjadi pilar kuat dalam mendukung pertanian Indonesia ke depannya,” katanya lagi.

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa pihaknya sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi Kementan di Jawa Timur, turut serta dalam memeriahkan pameran produk segar dan olahan dari pertanian maupun peternakan yang dihasilkan oleh mahasiswa Polbangtan Malang dan petani milenial binaan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS) PPIU Jawa Timur.

"Melalui kurikulumTeaching Factory dan Program YESS, Polbangtan Malang berupaya menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri, baik sebagai pencari kerja maupun pencipta lapangan kerja," katanya. [didit/timhumaspolbangtanmalang]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup