04 Juni 2026
Pertanian

Polbangtan Kementan Rintis Kerjasama dengan Universitas Pertahanan

post-img
POLBANGTAN MALANG: Wadir I Polbangtan Malang, Novita DK [depan, ke-5 kanan] bersama pimpinan dan jajaran Politeknik Ben Mboi Unhan dan Ketua Kelompok Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan Tim Pusdiktan BPPSDMP Kementan, Vitri Aryanti [ke-3 kiri] dan Wadir I Polbangtan Medan, Nurliana Harahap [ke-4 kiri].

BELU - Kementerian Pertanian RI saat ini fokus memperkuat penyelenggaraan pendidikan di lembaga pendidikan tinggi vokasi pertanian. Guna mewujudkan tujuan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] melakukan sinergi dengan kementerian/kembaga terkait, perguruan tinggi maupun stakeholders lainnya.

Kerjasama antara Kementan dan Universitas Pertahanan [Unhan] melalui Fakultas Logistik Militer Unhan pada Politeknik Ben Mboi Unhan di Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur [NTT] dilakukan Jumat pekan lalu [27/10] di Belu, NTT.

Tujuan kerjasama untuk mengembangkan sinergi antara Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dan Fakultas Logistik Militer Unhan. Tujuannya, mengembangkan profesionalisme SDM pertanian melalui pendidikan, penelitian, pengembangan standardisasi dan pengabdian masyarakat di bidang pertanian.

Unhan merupakan salah satu perguruan tinggi yang dinilai memiliki kekhususan atau program studi [Prodi] spesifik yang tidak dapat dijalankan oleh perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi [Kemendikbudristek] sehingga Unhan di bawah Kementerian Pertahanan RI tetap dapat melaksanakan penyelenggaraan pendidikan.

Sebagaimana diketahui, Politeknik Ben Mboi Unhan di Kabupaten Belu, NTT diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 24 Maret 2021. Tujuannya, menjadi tempat belajar dan meningkatkan keterampilan anak-anak muda di perbatasan Atambua dengan Timor Leste.

“Pembangunan SDM adalah fondasi untuk Indonesia Maju, karena itu, pelayanan pendidikan harus tersebar secara merata di seluruh penjuru tanah air. Bisa diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, baik di kawasan perbatasan sampai dengan pulau-pulau terdepan, dan juga memiliki kualitas yang baik,” kata Jokowi.

Hal senada dikemukakan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tentang upaya meningkatkan produksi pangan strategis bagi terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan tanpa tergantung pada pangan impor.

"Kita menekan dulu impor agar bisa swasembada," katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan kesepahaman untuk membangun SDM pertanian Indonesia agar menjadi ´pendekar´ pertanian ke depan.

“Ke depan, alat negara itu petani, karena pangan menjadi komponen penting keamanan pertahanan Indonesia,” katanya.

Program vokasi Fakultas Logistik Militer Unhan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan logistik militer di daerah perbatasan secara mandiri, yang juga hasilnya diharapkan dapat mendukung sistem pertahanan rakyat semesta.

Ketersediaan pangan adalah faktor vital dalam memastikan pertahanan dan keamanan suatu negara. Ketersediaan pangan yang cukup dan stabil sangat penting dalam mendukung operasi militer dan memastikan ketahanan nasional.

Tentara di seluruh dunia juga memainkan peran penting dalam manajemen pangan, terutama dalam situasi darurat atau perang. Mereka dapat membantu dalam distribusi pangan, penyediaan bantuan pangan, serta dalam menjaga keamanan sumber daya pangan strategis.

Wakil Direktur I Polbangtan Malang, Novita Dewi Kristanti mewakili Direktur Setya Budhi Udrayana yang turut hadir, mengatakan bahwa kerjasama Polbangtan dengan Unhan akan memperluas jejaring kerjasama dalam pengembangan pendidikan pertanian, kolaborasi kegiatan, dan sinergi dalam pengelolaan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi di bawah naungan Kementan.

"Melalui kesepakatan bersama ini, diharapkan bahwa kedua lembaga akan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama untuk mengembangkan SDM yang berkualitas dan meningkatkan daya saing sektor pertanian di Indonesia," katanya.

Kolaborasi tersebut, kata Novita, akan memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi vokasi pertanian dan lembaga pertahanan, yang diharapkan akan menghasilkan inovasi dan peningkatan dalam sektor pertanian. [didit/timhumaspolbangtanmalang]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup