05 Juni 2026
Pertanian

Hilirisasi Produk CSA, Kementan Dampingi Temu Usaha Wanita Tani Jember

post-img
PROGRAM SIMURP: Temu Usaha KWT Sekar Kedaton di Kabupaten Jember, Jatim diikuti antusias 25 anggotanya pada kegiatan yang didampingi Kementan bersama SIMURP bagi pengembangan Kemitraan Usaha seluruh anggota KWT.

JEMBER - Hilirisasi produk pertanian merupakan salah satu output Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] meningkatkan produktivitas pertanian dibarengi upaya hilirisasi produk pasca panen untuk peningkatan kesejahteraan keluarga petani.

Upaya pengembangan hilirisasi produk pertanian melalui Kelembagaan Ekonomi Petani [KEP] dan Kelompok Wanita Tani [KWT] senantiasa didukung dan dikawal Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] melalui penerapan CSA bagi daerah irigasi dan daerah rawa pada 24 kabupaten di 10 provinsi, di antaranya Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur.

Kementan bersama SIMURP mendampingi Temu Usaha dari KWT Sekar Kedaton di Desa Kraton Wonorejo, Kecamatan Kencong, medio September lalu, bagi pengembangan Kemitraan Usaha seluruh anggota kelompok tani di bawah koordinasi Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Gumukmas.

Tujuan kegiatan Temu Usaha yang menghadirkan narasumber dari Garda Tranfumi di Kecamatan Kencong tentang pembuatan Nomor Induk Berusaha [NIB], Ijin Halal, Pendaftaran Produk UMKM, disain stiker dan lainnya.

Kegiatan Temu Usaha sejalan kebijakan Kementan tentang ketahanan pangan, menuntut hadirnya wanita tani yang mandiri, aktif dan kreatif untuk bersaing di tengah tantangan sektor pertanian ke depan.

Kementan tiada henti mendorong wanita tani untuk kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global. Terkait ketahanan pangan nasional, dengan menggagas ide besar, menciptakan peluang baru di sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mendukung penuh diversifikasi pangan lokal untuk ketahanan pangan nasional.

"Upaya sekecil apa pun akan menjadi langkah untuk turut memperkuat ketahanan bangsa yang artinya kita memiliki kekuatan dan kemampuan bersama," katanya.

Wanita tani melalui KWT harus menyikapi hal itu, kata Dedi Nursyamsi, harus memiliki visi dan kreatif mencari alternatif pangan substitusi untuk mulai dikenalkan dan dikonsumsi oleh masyarakat.

"Ganti beras dan gandum dengan ubi, singkong, jagung. Jangan mau dikalahkan krisis. Wanita tani kreatif akan selalu punya cara agar produk olahan tetap berproduksi dengan pangan alternatif," katanya lagi.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusluhtan] Bustanul Arifin Caya menegaskan komitmen pemerintah pada upaya mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global melalui CSA.

"Tujuannya, meningkatkan produksi, produktivitas, indeks pertanaman atau dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca disingkat GRK," katanya.

Sekitar 25 anggota KWT Sekar Kedaton di Desa Kraton Wonorejo, Jember tampak antusias mengikuti kegiatan Temu Usaha didampingi oleh Tim SIMURP dan Koordinator beserta penyuluh BPP Gumukmas.

Dalam Temu Usaha tersebut, anggota KWT diajak dan dibimbing mengembangkan diversifikasi pangan lokal sebagai hilirisasi melalui diseminasi penerapan teknologi CSA, dengan memanfaatkan alat dan mesin dukungan dari SIMURP agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup