05 Juni 2026
Pertanian

Petani CSA Lombok Tengah Perdalam Kemampuan Seleksi Benih pada Kursus Tani

post-img
PROGRAM SIMURP: Kursus Tani yang diinisiasi Kementan bersama SIMURP diikuti sejumlah petani anggota Poktan Baru Sadar berlangsung di Kelurahan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, NTB untuk meningkatkan kemampuan petani CSA dalam seleksi benih.

LOMBOK TENGAH - Petani Penerima Manfaat Program SIMURP di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat [NTB] antusias mengikuti Kursus Tani, Tujuannya, meningkatkan kemampuan seleksi benih padi untuk mendapatkan benih yang bernas dan berkualitas baik guna mendukung penerapan teknologi Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture [CSA].

Kursus Tani yang diinisiasi Kementerian Pertanian RI bersama SIMURP diikuti sejumlah petani anggota Kelompok Tani [Poktan] Baru Sadar di Kelurahan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, belum lama ini.

Kegiatan berlangsung di kediaman ketua Poktan dengan materi yang disampaikan oleh fasilitator dari penyuluh Balai
Pelatihan Pertanian dan Perkebunan [Bapeltabun] NTB selaku Provincial Project Implementation Unit [PPIU]. Pendampingan bagi Penerima Manfaat Program SIMURP pada 144 Poktan pada Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] di enam kecamatan dari Kabupaten Lombok Tengah dalam penerapan teknologi CSA.

Kegiatan Kursus Tani sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo tentang Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] khususnya penggunaan benih berkualitas menunjang peningkatan produktivitas tanaman pangan.

“Teknologi yang berkembang saat ini telah membuat Indonesia memiliki varietas unggul dan mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada," katanya.

Mentan Syahrul menambahkan, varietas tanaman pangan kita sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, karena hasilnya meningkat. Misal produksi padi bisa meningkat rata-rata di atas 10 ton bahkan ada yang 14 ton per hektar.

Dia mengaku bangga pada perkembangan perbenihan saat ini, dimana beberapa varietas mampu bertahan di musim ekstrim termasuk dalam cuaca ekstrim El Nino.

“Saya kira ini menunjukkan kemajuan luar biasa dengan hadirnya varietas tahan perubahan iklim," kata Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa petani bisa dibina menjadi ahli agar produksi benih padi lebih berkualitas, serta membuka akses petani lebih mudah memperoleh benih unggul, karena telah banyak tersedia.

"Kementan mendukung kemampuan petani bagi upaya kemandirian benih maupun memenuhi kebutuhan setempat, melalui kelompok tani dan Gapoktan," katanya.

Peserta Kursus Tani di Kelurahan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah dari pengurus dan anggota Poktan Baru Sadar. Dihadiri Kepala UPT Praya Tengah, penyuluh pembina kabupaten, penyuluh provinsi Bapeltanbun, POPT dan penyuluh pendamping SIMURP Kecamatan Praya Tengah.

Adapun materi yang disampaikan oleh fasilitator berasal dari penyuluh Bapeltanbun Provinsi NTB dan penyuluh pendamping adalah Sosialisasi Kegiatan SIMURP CSA 2023. Diharapkan setelah Kursus Tani, petani setempat mampu menyeleksi benih untuk mendapatkan benih yang bernas dan berkualitas baik. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup