05 Juni 2026
Pertanian

Kementan Dampingi Petani CSA Serdang Bedagai Tingkatkan Produktivitas Pangan

post-img
PROGRAM SIMURP: Project Manager SIMURP, Sri Mulyani pada audiensi di BPP Sei Bamban yang berlangsung akrab dan hangat melalui dialog dan diskusi tentang pengembangan Pertanian CSA bagi peningkatan produktivitas pertanian Serdang Bedagai.

SERDANG BEDAGAI - Pengembangan dan pengelolaan irigasi partisipatif menuju modernisasi irigasi, terus diupayakan oleh Kementerian Pertanian RI untuk mengintegrasikan kebijakan pusat dan daerah, dengan mengatur pola tanam dan rencana pengelolaan sumber daya air bagi kepentingan petani.

Hal itu dikemukakan Project Manager SIMURP, Sri Mulyani di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara [Sumut] saat audiensi dengan para petani Penerima Manfaat Program SIMURP dari Kelompok Tani [Poktan]  Mekar Jaya di Kecamatan Seimbamban, belum lama ini.

Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] yang diusung Kementerian Pertanian. Tujuannya, optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan di Indonesia melalui penerapan teknologi Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture disingkat CSA.

Pertanian CSA sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpon bahwa pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Bahkan saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19, hanya sektor pertanian yang menjadi penopang roda perekonomian dan pemenuhan pangan rakyat.

"Pertanian didukung CSA oleh SIMURP membuatnya makin berdampak positif untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan dan peningkatan pendapatan petani, khususnya di daerah irigasi dan daerah rawa," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menyambut baik Program SIMURP bagi pengelolaan dan pengembangan irigasi partisipatif menuju modernisasi irigasi.

"Program SIMURP merupakan salah satu upaya peningkatan layanan irigasi melalui pengenalan dan pelaksanaan kesepakatan layanan irigasi atau Irrigation Service Agreement (ISA) guna membangun akuntabilitasi pelayanan irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan," katanya.

Project Manager SIMURP, Sri Mulyani hadir di Serdang Bedagai bersama Tim National Project Implementation Unit [NPIU] SIMURP; Tim Expert Badan Riset dan Inovasi Nasional [BRIN]; Tim KPIU SIMURP Serdang Bedagai; Kabid Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Sumut; Kabid Penyuluhan Pemkab Serdang Bedagai; penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Seibamban dan petani anggota Poktan Mekar Jaya.

Kegiatan audiensi berlangsung akrab dan hangat melalui dialog dan diskusi tentang pengembangan Pertanian CSA bagi peningkatan produktivitas pertanian Serdang Bedagai.

Sri Mulyani mengatakan Program SIMURP mengembangkan modernisasi pertanian melalui kegiatan CSA dengan peningkatan kapasitas dan peran SDM pertanian yakni penyuluh, mantri pengairan, aparat desa dan petugas lembaga/instansi terkait lainnya dalam pemberdayaan masyarakat petani pemakai air.

"Baik yang tergabung pada Perkumpulan Petani Pemakai Air disingkat P3A maupun GP3A dan IP3A maupun kelompok tani dan Gapoktan secara harmonis dan saling melengkapi," katanya.

Sri Mulyani menambahkan, untuk menggenjot produksi pangan maka Kementan dan Kementerian PUPR sinergi pada Program SIMURP untuk melaksanakan kebijakan perencanaan nasional dalam pengelolaan irigasi.

"Ke depan, akan diwujudkan secara terpadu dan partisipatif sebagai satu kesatuan sistem di daerah irigasi sesuai dengan kewenangannya dengan memperkenalkan pendekatan one map policy and single management," katanya lagi. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup