05 Juni 2026
Pertanian

Petani CSA Optimalisasi Potensi Pertanian dan Perikanan DAS Katingan via KEP

post-img
PROGRAM SIMURP: Ketua KEP Satria Tani Jaya, Rendy Wibowo mengatakan tujuan Bimtek memberikan pengetahuan dan keterampilan bidang usaha pertanian dan perikanan bagi petani milenial yang tergabung dalam KEP Satria Tani Jaya.

KATINGAN - Wilayah muara Daerah Aliran Sungai [DAS] menunjang potensi ´2 in 1´ bagi Kabupaten Katingan di Provinsi Kalimantan Tengah berupa pertanian dan perikanan DAS Katingan, yang berupaya dioptimalkan oleh Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] dengan melibatkan Kelembagaan Ekonomi Pertanian [KEP].

Guna menunjang upaya tersebut, Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] di Katingan, Kalteng mendukung kegiatan Bimbingan Teknis [Bimtek] oleh KEP Satria Tani Jaya pada medio September lalu.

Ketua KEP Satria Tani Jaya, Rendy Wibowo mengapresiasi antusias 30 peserta Bimtek yang diikuti 30 petani milenial untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang Mina Padi Jajar Legowo, teknologi budidaya padi secara terpadu dengan minapadi, sebagai subsistem usaha tani padi dan ikan di lahan sawah irigasi.

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa budidaya mina padi merupakan implementasi Sistem Pertanian Terpadu [Integrated Farming] yang merupakan langkah nyata Kementan mendukung ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani.

"Kementan akan selalu memberikan dukungan. Mina padi mudah-mudahan bisa menjadi contoh pembudidayaan yang dikolaborasikan dengan pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa budidaya padi dengan sistem mina padi, layak didukung karena mengembangkan usaha budidaya ikan secara bersamaan dengan padi dalam areal yang sama.

"Dengan kata lain ´sambil menyelam minum air´, usaha padi lancar dan budidaya ikan pun jalan sebagai bentuk optimalisasi potensi lahan sawah irigasi seraya meningkatkan pendapatan petani dengan merekayasa lahan melalui teknologi tepat guna," kata Dedi Nursyamsi.

Kegiatan Bimtek yang digelar KEP Satria Tani Jaya digelar di Aula Desa Subur Indah, Kecamatan Katingan, Kabupaten Katingan, Kalteng. 

Ketua KEP Satria Tani Jaya, Rendy Wibowo mengatakan tujuan Bimtek memberikan pengetahuan dan keterampilan bidang usaha pertanian dan perikanan bagi petani milenial yang tergabung dalam KEP Satria Tani Jaya.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Pegatan hadir membuka Bimtek yang mengharapkan ke-30 peserta mengikuti dengan baik materi yang disampaikan tentang budidaya ikan dan pembuatan pakan ikan disertai praktik.

Sebanyak 30 peserta Bimtek antusias menyimak paparan dari dua narasumber yakni penyuluh pertanian dari Kabupaten Kotawaringin dan Ketua Poktan Perikanan sebagai pengusaha ikan.

"Program Bimtek salah satu terobosan pendukung kegiatan SIMURP dalam upaya meningkatkan pendapatan petani dan  mendukung ketahanan pangan keluarga dari para petani penerima manfaat SIMURP," kata Rendy Wibowo.

Menurutnya, pertanian CSA yang diusung SIMURP telah memberi banyak manfaat bagi petani Katingan, sehingga sangat layak apabila Program SIMURP tetap dilanjutkan oleh Kementan di Kabupaten Katingan, Kalteng. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup