05 Juni 2026
Pertanian

Hilirisasi Kakao, Kolaborasi Kementan & Cargill Tingkatkan Kemampuan Petani Milenial

post-img
PROGRAM YESS JATIM: Project Manager PPIU Jatim, Acep Hariri [ke-4 kiri] mendampingi pelepasan sejumlah petani milenial dari Kabupaten Pacitan dan Malang mengikuti pelatihan selama lima hari, 17 - 22 September 2023 di PT Cargill Cocoa and Chocolate - Gresik Buying Station.

GRESIK - Kementerian Pertanian RI mendorong petani milenial dan wirausahawan muda pertanian, tidak hanya menguasai budidaya, juga menangani hilirisasi produk guna mendukung terbentuknya regenerasi pertanian hingga 320 ribu petani muda di pedesaan hingga 2025 melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Sevices [YESS] pada sejumlah provinsi di Indonesia.

Upaya tersebut ditempuh Kementan melalui kolaborasi dengan asosiasi bisnis maupun korporasi swasta, seperti ditempuh Provincial Project Implementation Unit [PPIU] Program YESS di Jawa Timur, dengan menggandeng PT Cargill Cocoa and Chocolate pada Gresik Buying Station.

PPIU YESS Jatim di bawah kendali dan koordinasi Polbangtan Malang memilih Cargill Indonesia dengan reputasi baik. Berkantor pusat di Jakarta didukung 19 ribu karyawan, Cargill Indonesia berdiri sejak 1974. Cakupan operasinya meliputi pengadaan, pemrosesan, penangangan, pengiriman dan pemasaran aneka produk pertanian seperti kakao.

Sejumlah petani milenial komoditas coklat Jatim yakni Nur Zevry Zain Yudhani dan Dimas Setyadani dari Kabupaten Pacitan dan Ade Sukma Panemuan serta M Anirut Lanang Subagio dari Kabupaten Malang selama lima hari, 17 - 22 September 2023, mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas dalam Quality Control [QC] Kakao di PT Cargill Cocoa and Chocolate - Gresik Buying Station.

Upaya PPIU YESS Jatim sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa regenerasi petani salah satu fokus Kementan bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.

“Indonesia harus menjalankan pertanian efektif, efisien dan transparan melalui pengembangan pertanian maju, mandiri dan modern yang dimotori oleh petani milenial," katanya.

Mentan Syahrul menambahkan bersama International Fund for Agricultural Development [IFAD] maka Kementan berupaya menciptakan wirausahawan milenial tangguh dan berkualitas melalui Program YESS di antaranya Jawa Timur.

Sinergi dengan IFAD , kata Mentan Syahrul, Kementan berupaya meningkatkan regenerasi melalui pengembangan petani milenial sekaligus memastikan, bertani itu keren.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi senada dengan hal itu, Program YESS berupaya mewujudkan  regenerasi pertanian dan meningkatnya kompetensi SDM pertanian dari pedesaan.

“Pertanian kokoh dibutuhkan dengan membentuk SDM yang kuat, karena pertanian merupakan penyedia utama bahan pangan sekaligus lapangan pekerjaan bahkan menyokong stabilitas ekonomi," katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, Program YESS mendukung pengembangan SDM pertanian, dengan memberdayakan pemuda tani memanfaatkan sumberdaya alam secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan.

Dedi Nursyamsi menambahkan, petani milenial harus mampu merefleksikan semangat kebangkitan dan kejayaan negara agraris sebagai jalan dan upaya pemerintah menjadikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

PT Cargill Indonesia
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan PPIU Jatim berupaya memfasilitasi generasi milenial berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian didukung YESS untuk menghadirkan pertanian berkontribusi maksimal didukung SDM pertanian andal dan profesional.

"Mengingat Indonesia akan mendapatkan Bonus Demografi, sehingga penduduk usia produktif akan lebih banyak, maka Indonesia harus memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin," kata Udrayana yang akrab disapa Uud.

Dalam kegiatan pelepasan di PT Cargill Cocoa and Chocolate - Gresik Buying Station, Project Manager PPIIU Jatim, Acep Hariri mengatakan tujuan kolaborasi melalui pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petani kakao memahami proses warehouse [pergudangan] dan pengendalian kualitas.

“SDM pertanian menjadi fokus dalam aspek pengembangan, karena dengan penguatan SDM mejadi aspek penting bagi ketahanan pangan nasional," katanya.

Acep Hariri menambahkan, kegiatan pelatihan diharapkan meningkatkan wawasan dan keterampilan tentang warehouse dan QC kakao dapat digunakan menjadi salah satu model solusi alternatif bagi petani, sehingga kualitas kakao dapat terjaga hingga tingkat offtaker[didit/timhumasyessjatim]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup