13 Juni 2026
Pertanian

Petani CSA Serdang Bedagai Sumut Tingkatkan Produktivitas hingga 8,6 ton/ha

post-img
SIMURP KEMENTAN: Petani CSA dari Poktan Tani Karya di Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin didampingi penyuluh menyambut suka cita kegiatan Farmers Field Day [FFD] yang dihadiri anggota DPRD pada lokasi kegiatan SIMURP di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.

SERDANG BEDAGAI - Metode ubinan diterapkan petani Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatera Utara, untuk menghitung produktivitas padi sawah pada Laboratorium Lapang Scalling Up dari Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture [CSA] pada lahan kelompok tani [Poktan] Tani Karya di Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin.

Hasil hitung ubinan? Produktivitas meningkat hampir dua ton, tepatnya 1.890 kg, dari 6.750 kg/ha pada 2022 menjadi 8.640 kg/ha, Selasa [22/8], di tengah pelaksanaan Temu Lapang Petani atau Farmers Field Day [FFD].

Kegiatan FFD digelar Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] di Kabupaten Serdang Bedagai, lokasi SIMURP di Sumatera Utara.

Semangat dan suka cita petani CSA Serdang Bedagai disaksikan anggota DPRD setempat; Kepala Dinas Pertanian diwakili Kabid Penyuluhan; Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Pematang Sijonam, H Mustopa dan bersama para penyuluh lapangan.

Upaya tersebut sejalan harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada petani, untuk membuat Indonesia menjadi negara paling kuat dalam menghadapi ancaman El Nino maupun krisis global dunia.

Upaya SIMURP menyosialisasikan CSA melalui SL oleh SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa metode ubinan atau pengambilan sampel, mutlak dilakukan agar tidak ada perbedaan data.

"Misalnya, definisi lahan baku sawah yang bergeser penggunaannya untuk menanam jagung," katanya.

Definisi terhadap sawah, misalnya, kata Mentan Syahrul, kalau tanam jagung, masih sawah kan namanya? Definisi itu dilakukan penyesuaian di pertanian apa pun tanaman di dalamnya, lahan itu lahan baku sawah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengingatkan tentang pentingnya kegiatan pengubinan.

"Pengubinan, istilah yang biasa dipakai penyuluh dan petugas statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan," katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, metode ubinan dapat diterapkan pada budidaya tanaman padi dengan cara sederhana, cukup dengan mengukur beberapa meter untuk dijadikannya tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil perpetak sawah yang ingin kita ketahui hasilnya.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusluhtan] Bustanul Arifin Caya menegaskan komitmen pemerintah pada upaya mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global melalui CSA.

"Tujuannya, meningkatkan produksi, produktivitas, indeks pertanaman atau dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca disingkat GRK," katanya.

Pengubinan, istilah yang dipakai penyuluh dan petugas statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan. Ubinan adalah salah satu metode di pertanian guna mengetahui perkiraan jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen.

Penerapannya tergolong mudah dan sederhana, dengan rumus hasil ubinan dikalikan luasan per hektar dan jumlah luasan ubinan sama dengan jumlah hasil panen per hektar.

Kegiatan ubinan pada FFD di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai dilaksanakan dengan mengambil tiga titik sampel ubinan, dengan ukuran 2,5 x 2,5 meter. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup