13 Juni 2026
Pertanian

Hitung Ubinan, 24 Poktan di Kebumen Buktikan Hasil Pertanian CSA

post-img
SIMURP KEMENTAN: Kelompok Tani Tirto Mulyo Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen dipilih sebagai lokasi kegiatan FFD di lahan seluas satu hektar. Varietas yang ditanam adalah Mekongga, umur panen 90 hari setelah tanam [hst] dengan sistem tanam Jajar Legowo 4:1.

KEBUMEN - Sekitar 24 kelompok tani [Poktan] di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah yang menjadi penerima Program Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture [CSA] dari Kementerian Pertanian RI bersama Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] membuktikan peningkatan produktivitas pada Demonstration Plot [Demplot] CSA masing-masing Poktan seluas satu hektar.

Pembuktian peningkatan produktivitas diketahui dari Demplot CSA seluas satu hektar. Varietas yang ditanam adalah Mekongga, umur panen 90 hari setelah tanam [hst]. Sistem tanam Jajar Legowo 4:1. Dari hasil ubinan ukuran 2,5 x 2,5 meter diperoleh hasil 5,63 kg Gabah Kering Giling [GKG] jika dikonversi menghasilkan 12,9 ton GKG per hektar di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, belum lama ini.

Peningkatan hasil diketahui pada Temu Lapang Petani atau Farmers Field Day [FFD] petani CSA disaksikan 24 ketua Poktan penerima Program SIMURP. Hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kebumen diwakili Kabid Penyuluhan, Kres Dahana, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Karanganyar, KTNA Agro Senopati Karanganyar serta Forkopimda Kebumen dan Muspika Kecamatan Karanganyar.

Kegiatan FFD bersamaan dengan panen raya padi Musim Tanam [MT] II tahun 2023 dan hasil Demplot CSA disambut gembira petani bersama penyuluh serta Kabid Penyuluhan, Kres Dahana yang mengapresiasi dukungan Kementan bersama SIMURP.

Upaya SIMURP menyosialisasikan CSA melalui FFD sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa metode ubinan atau pengambilan sampel, mutlak dilakukan agar tidak ada perbedaan data.

"Misalnya, definisi lahan baku sawah yang bergeser penggunaannya untuk menanam jagung," katanya.

Definisi terhadap sawah, misalnya, kata Mentan Syahrul, kalau tanam jagung, masih sawah kan namanya? Definisi itu dilakukan penyesuaian di pertanian apa pun tanaman di dalamnya, lahan itu lahan baku sawah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengingatkan tentang pentingnya kegiatan pengubinan.

"Pengubinan, istilah yang biasa dipakai penyuluh dan petugas statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan," katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, metode ubinan dapat diterapkan pada budidaya tanaman padi dengan cara sederhana. Cukup dengan mengukur beberapa meter untuk dijadikan tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil perpetak sawah yang ingin kita ketahui hasilnya.

Sementara Kapusluh Bustanul Arifin Caya menegaskan komitmen pemerintah pada upaya mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global melalui CSA.

"Tujuannya, meningkatkan produksi, produktivitas, indeks pertanaman atau dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca disingkat GRK," katanya.

Pengubinan, istilah yang dipakai penyuluh dan petugas statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan.

Sebagaimana diketahui, ubinan adalah salah satu metode di pertanian guna mengetahui perkiraan jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen.

Penerapannya tergolong mudah dan sederhana, dengan rumus hasil ubinan dikalikan luasan per hektar dan jumlah luasan ubinan sama dengan jumlah hasil panen per hektar.

Di Kecamatan Karanganyar, Kebumen terdapat 24 Poktan penerima program CSA SIMURP, masing-masing mendapatkan fasilitasi Demplot seluas satu hektar dengan dukungan sarana produksi pertanian seperti benih, pembenah tanah, kapur pertanian, pestisida nabati, pupuk organik,bahan praktik pembuatan rumah burung hantu [tyto alba] dan bahan praktik lainnya.

Dalam penerapan Demplot tersebut, dilakukan pendampingan melalui kegiatan Rembug Tani yang diadakan sebanyak lima kali pertemuan. Sementara Poktan Tirto Mulyo di Desa Karangkemiri yang dipilih sebagai lokasi kegiatan FFD di lahan seluas satu hektar.

Pertemuan dilakukan sebelum tanam hingga setelah panen. Pertemuan membahas tentang bagaimana meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi risiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca [GRK] melalui penerapan teknologi CSA. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup