17 Juni 2026
Pertanian

Cerdas Iklim, Petani Katingan Kalteng Rapatkan Barisan Wujudkan Tujuan CSA

post-img
SIMURP KEMENTAN: Kementan bersama Tim SIMURP dari level NPIU, PPIU hingga KPIU menggelar rapat koordinasi [Rakor] bersama petani dan penyuluh Demplot Inti CSA di Desa Makmur Utama, Kecamatan Katingan Kuala, Katingan, Kalteng, yang dihadiri Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Pemkab Katingan.

KATINGAN - Para petani dan penyuluh wilayah pengembangan Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture [CSA] dari Program Strategic Modernization and Urgent Rehabilization Project [SIMURP] di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah [Kalteng] merapatkan barisan, untuk mewujudkan pencapaian Pertanian CSA.

Tujuan CSA meningkatkan Indeks Pertanaman [IP], produktivitas dan pendapatan sektor pertanian; beradaptasi dan membangun ketahanan masyarakat serta sistem pertanian pangan terhadap perubahan iklim dan berupaya menekan hingga menihilkan emisi Gas Rumah Kaca [GRK].

Upaya tersebut ditempuh petani Katingan, Kalteng beserta penyuluh setempat khususnya pada lokasi Demonstration Plot [Demplot] Scalling Up di Desa Makmur Utama, Kecamatan Katingan Kuala tetap semangat melakukan inovasi pertanaman padi didukung teknologi CSA.

Kementan mengawal Program SIMURP bersama petani Katingan Kuala menggelar Rapat Koordinasi [Rakor] dihadiri tim dari National Project Implementation Unit [NPIU], Provincial Project Implementation Unit [PPIU] hingga KPIU dilanjutkan panen padi Demplot Inti seluas satu hektar dari hamparan sawah milik kelompok tani [Poktan] Sido Urip seluas 80 hektar pada Jumat [4/8].

Upaya Kementan bersama SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa Program SIMURP harus mampu membantu meningkatkan produktivitas padi pada sentra produksi pangan pokok.

"Menghadapi musim kemarau panjang atau El Nino yang diprediksi mulai Juli hingga September 2023, Kementan mengimbau dinas pertanian provinsi serta kabupaten dan kota memanfaatkan sumber air yang ada," katanya.

Sumber air di lahan pertanian, kata Mentan Syahrul, yang dibangun pemerintah memang untuk mengantisipasi kekeringan maka petani didampingi penyuluh harus mampu menghemat penggunaan air, seperti menerapkan teknologi CSA dalam hal penghematan air pertanian.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan goals-nya adalah meningkatkan Indeks Pertanaman [IP] diutamakan padi dan tanaman bernilai ekonomi tinggi, produktivitas, produksi serta peningkatan pendapatan petani melalui penerapan CSA dalam menghadapi dampak dampak perubahan iklim menuju ketahanan pangan berkelanjutan.

Demplot merupakan salah satu metode penyuluhan yang dipilih oleh penyuluh pertanian agar teknologi yang diinformasikan lebih mudah diterima petani, sehingga petani diharapkan lebih cepat tahu, mau dan mampu melaksanakan kegiatan pertanian dengan contoh yang nyata.

"Sementara Output-nya, 2808 Demplot teknologi CSA + 117 demplot CSA mendukung Genta Organik; Pilot Scaling Up CSA di 48 lokasi @50 Ha di 24 Kabupaten," katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, fasilitasi penguatan 117 BPP; fasilitasi 117 Kelembagaan Ekonomi Petani [KEP] melalui Bimtek, dan peralatan; fasilitasi 117 KWT dalam mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian melalui Bimtek dan peralatan pendukung pengolahan dan pemasaran; Difasilitasinya Bimtek 117  petani milenial SIMURP untuk memperkuat KEP dan sosilisasi CSA SIMURP.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan] BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya menambahkan sasaran kegiatan tersebut, petani melalui Poktan yang terafiliasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air [P3A] dan Gabungan P3A pada 20 Daerah Irigas [DI], dua DI Rawa [DIR] pada 24 kabupaten di 10 provinsi dan 117 BPP terkait CSA.

"Pilot Scaling Up seluas 50 hektar pada 24 kabupaten lokasi SIMURP Penguatan BPP Kostratani pada 117 BPP lokasi SIMURP dan pengembangan KEP dengan melibatkan petani milenial serta KWT di 117 BPP," katanya.

Sementara metode pelaksanaannya, kata Bustanul AC, melalui Demplot CSA berupa pembuatan pupuk organik, pestisida nabati, Jajar Legowo, Teknologi Hemat Air, Pengambilan sampel GRK, Kalender Tanam [Katam], Varietas Unggul Adatif Iklim]; Sekolah Lapang melalui Scalling Up CSA 50 Ha di 24 kabupaten; dukungan dan fasilitasi operasional BPP dalam pengawalan dan pendampingan kegiatan CSA Bimtek serta pengawalan dan pendampingan pada 117 KEP dan KWT. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup