17 Juni 2026
Pertanian

CSA Latih Petani Demak Gunakan Drone Penyemprot Pupuk Organik dan Pestisida

post-img
SIMURP KEMENTAN: Sekitar 30 petani kegiatan CSA SIMURP di Kabupaten Demak berlatih menggunakan drone, yang diikuti 30 peserta yang merupakan ketua kelompok tani [Poktan], pengurus Kelembagaan Ekonomi Petani [KEP] dan pengurus Kelompok Wanita Tani [KWT].

DEMAK - Alih teknologi menjadi perhatian Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture [CSA] dari Kementerian Pertanian RI mendukung petani di lokasi kegiatan Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemupukan berimbang dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman [OPT].

Upaya tersebut dilakukan Kementan bersama SIMURP bagi sejumlah petani Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah pada wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Wonosalam, yang menghadirkan narasumber dari Tim Maxxi Tani pada awal Juli 2023 pada pertemuan Temu Usaha dan Kemitraan dalam rangka kegiatan CSA SIMURP TA 2023.

Inovasi Kementan berupa Drone Sprayeer, yang merupakan pesawat nirawak yang berfungsi menyemprotkan pupuk organik dan pestisida cair, untuk membasmi OPT. Drone tersebut juga mampu bekerja mandiri sesuai pola yang diinginkan, menggunakan smartphone Android dipandu aplikasi Global Positioning System [GPS].

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan  perkembangan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 tumbuh dengan pesat. Inovasi bidang pertanian sangat banyak dan beragam jenisnya, salah satunya Drone.

"Dulu, pemanfaatan drone hanya terbatas seperti untuk militer, namun revolusi industri menjadikan drone bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, tidak terkecuali petani," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan masa depan pertanian bertumpu pada generasi milenial, dengan meyakinkan mereka bahwa bertani itu keren, salah satu upayanya pemanfaatan teknologi seperti drone bagi kepentingan pertanian.

"Kementan fokus untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan modern dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui sertifikasi profesi," kata Dedi Nursyamsi.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusluhtan] Bustanul Arifin Caya mengatakan pihaknya berupaya mendorong alih teknologi dengan meningkatkan kompetensi dan kapasitas petani melalui CSA.

"Tujuannya, meningkatkan produksi, produktivitas, indeks pertanaman atau dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca disingkat GRK," katanya.

Teknologi Drone terus berkembang, baik untuk kepentingan pertahanan dan keamanan maupun pertanian di masa depan. Drone dikendalikan seseorang yang disebut sebagai pilot drone, tugasnya mengendalikan drone dari jauh melalui remote control yang terkoneksi pada drone.

Pemanfaatan Drone bagi pertanian menuntut hadirnya pilot andal dan mumpuni, menjadi perhatian CSA SIMURP bagi 30 peserta yang merupakan ketua kelompok tani [Poktan], pengurus Kelembagaan Ekonomi Petani [KEP] dan pengurus Kelompok Wanita Tani [KWT] pelaksana kegiatan SIMURP di Kecamatan Wonosalam, Demak, Jateng.

Selain pengendalian hama, drone juga menjadi sarana vital pendataan dan penguatan data potensi pertanian di kecamatan.

Data dimaksud meliputi luas baku lahan, luas tanam, produksi, luas panen, produktivitas, produksi, pengolahan hasil dan pemasaran, alat mesin pertanian [Alsintan] pra panen dan pasca panen produk per komoditas.

Penggunaan drone baik live atau recording akan menjadi input pengumpulan data maupun update data pertanian tingkat kecamatan.

Pelaksanaan share data via koneksi online dari drone atau ke smartphone, computer processor unit [CPU], laptop dan monitor LCD didukung jaringan internet maupun wireless fidelity [WiFi]. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup