17 Juni 2026
Pertanian

Teknologi CSA, Kementan Ajari Petani Demak Membuat Mikro Organisme Lokal

post-img
SIMURP KEMENTAN: Sosialisasi dan praktik pembuatan Mikro Organisme Lokal [MOL] digelar Kementan bersama Program SIMURP di Kabupaten Demak, Jateng, yang diikuti 25 anggota Poktan Ngudi Tani di Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam didampingi penyuluh BPP Wonosalam.

DEMAK - Sosialisasi pembuatan Mikro Organisme Lokal [MOL] terus diupayakan oleh Kementerian Pertanian RI kepada para petani di seluruh Indonesia. MOL dikenal bermanfaat sebagai ´starter´ dalam pembuatan pupuk padat maupun pupuk cair organik melalui diseminasi penerapan teknologi Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture [CSA].

Kegiatan penerapan teknologi CSA didukung oleh Kementan melalui Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] bagi Kelompok Tani [Poktan] Ngudi Tani di Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis pekan lalu [6/7].

Kegiatan penyuluhan tentang Pembuatan MOL di rumah Sutarman, anggota Poktan Ngudi Tani yang diikuti antusias oleh 25 anggota Poktan, sebagai sosialisasi sekaligus praktik pembuatan MOL didampingi penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Wonosalam, Demak.

Alih teknologi merupakan upaya Kementan bersama SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa seluruh insan pertanian harus ´melek teknologi´ mengingat hampir semua subsektor ekonomi menerapkan teknologi canggih.

"Kita harus menyiapkan semua SDM pertanian agar melek teknologi, minimal menguasai penggunaan drone untuk pembangunan pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menegaskan hal serupa.

"Kementan melalui BPPSDMP sudah menyiapkan dan mengantisipasi hal tersebut, di antaranya dengan memperkuat BPP serta melengkapinya dengan internet dan komputer," katanya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusluhtan] Bustanul Arifin Caya menyebut tiga sasaran pencapaian CSA.

"Ketiga sasaran tersebut yakni peningkatan Indeks Pertanaman atau IP, produktivitas dan pendapatan sektor pertanian, adaptasi dan membangun ketangguhan terhadap Dampak Perubahan Iklim dan berupaya mengurangi hingga menihilkan emisi Gas Rumah Kaca," katanya.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat dipengaruhi oleh media tanam [tanah] yang subur serta pupuk yang digunakan.

Pemanfaatan pupuk organik sebagai salah satu komponen penting mengatasi tanaman yang kekurangan nutrisi, serta aman bagi lingkungan salah satunya menggunakan MOL sebagai nutrisi [vitamin] bagi tanah agar tetap subur.

MOL adalah cairan yang mengandung organisme yang terdiri atas bahan-bahan alami di sekitar kita dan mudah didapat tanpa harus mengeluarkan biaya. Peran MOL sebagai dasar komponen pupuk, bermanfaat bagi tanaman juga agen dekomposer bahan organik limbah pertanian, limbah rumah tangga dan limbah industri.

Bahan utama MOL terdiri atas beberapa komponen yakni karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Bahan dasarnya dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga salah satunya adalah nasi basi untuk pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik. [timsimurpkementan]

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup