18 Juni 2026
Pertanian

Selamat Datang Peserta ke-11 Juta Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol 5

post-img
PEPI SERPONG: Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjawab awak media pada konferensi pers tentang Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol. 5 tahun 2023 di Makassar selama tiga hari, 16 - 18 Maret mendatang.

BOGOR - Gerakan Tani Pro Organik [Genta Organik] yang telah dilaunching Kementerian Pertanian RI menjadi salah satu solusi menjaga produktivitas tetap meningkat di tengah bayang-bayang krisis pangan dunia dan harga pupuk serta pestisida yang mahal.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian di Indonesia adalah ketersediaan dan kecukupan pupuk anorganik.

“Sampai saat ini, untuk memenuhi ketersediaan dan kecukupan pupuk organik sangat sulit dan mahal karena beberapa bahan bakunya masih tergantung impor dari negara lain,” kata Syahrul.

Seperti diketahui bahwa di antara tempat bahan baku maupun produksi pupuk adalah Rusia dan Ukraina yang sedang berperang. Sebab itu, Kementan, mendorong para petani menggunakan pupuk organik dan hayati secara mandiri dan masif.

“Gerakan ini tidak berarti meninggalkan penggunaan pupuk anorganik sepenuhnya, melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau menggunakan konsep pemupukan berimbang,” tutur Syahrul.

Dia berharap melalui Genta Organik, kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara, sumber pendapatan utama rumah tangga petani dan penyedia lapangan kerja.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi pada jumpa pers menyongsong pelaksanaan Pelatihan Sejuta Petani Penyuluh Vol 5 tahun 2023 mengatakan, pihaknya akan membangun 1.020 titik demplot pembuatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah dan pestisida alami.

“Ini akan menjadi tempat pembelajaran petani dalam mengembangkan sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami, sehingga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya secara mandiri di lahan usaha taninya,” katanya.

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh sendiri saat ini menembus angka lebih dari 11 juta peserta target peserta Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol. 5 ini sebanyak 1.800.000 orang, meliputi 1.761.907 petani dan insan pertanian lainnya sedangkan 38.093 berasal dari penyuluh pertanian.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari, 16 - 18 Maret 2023 akan dibuka oleh Mentan Syahrul bersamaan dengan pembukaan Bimbingan Teknis [Bimtek] Sinergitas TNI AD dengan Kementan dalam upaya mendukung program Ketahanan Pangan Nasional di Balai Prajurit Jenderal TNI M Jusuf di  Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebagai informasi, Kementan telah melatih petani dan penyuluh secara hybrid [offline dan online] sejak 2020. Pada 2020, pelatihan diikuti 986.558 peserta. 2021, mencapai 2.331.530 peserta, pada 2022, diikuti 6.567.531 peserta. Sementara awal 2023, peserta yang dilatih sebanyak 319.544 sehingga secara kumulatif hingga Februari 2023, total peserta yang dilatih mencapai 10.205.163.

Hasil pelatihan sejak 2020 sudah dapat dirasakan oleh petani, yakni 546.469 petani milenial dibina Kementan, dari jumlah tersebut yang mengakses KUR sekitar 140.158 orang dengan jumlah akad senilai Rp. 6.570.382.877.462. Tidak hanya itu, total peserta yang dilatih pada pelatihan sejuta petani dan penyuluh [purnawidya] sebanyak 6.724.637 peserta, yang mengakses KUR sebanyak 671.090 orang dengan jumlah akad Rp. 40.685.482.184.462. [Cha]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup