TABALONG - Petani terus didorong oleh Kementerian Pertanian RI untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usaha tani, dengan menyosialisasikan Gerakan Tani Pro Organik [Genta Organik] agar petani
memproduksi dan memanfaatkan pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah untuk mengantisipasi harga pupuk anorganik [kimia].
Sosialisasi dilakukan Kementan melalui pengawalan dan pendampingan pada kegiatan Sekolah Lapang [SL] yang digelar selama tiga hari, 6 - 8 Maret di Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Kembang Kuning, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel].
Sebagaimana diketahui, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada medio Desember 2022 meluncurkan Gerakan Tani Pro Organik [Genta Organik] sebagai upaya BPPSDMP Kementan mendorong petani bersama penyuluh mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik [kimia] dan menerapkan pemupukan berimbang, untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus menunjang nutrisi bagi tanaman.
Mentan Syahrul tiada henti mengajak penyuluh aktif mengawal dan mendampingi petani, untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian antara lain dengan penggunaan pupuk organik.
"Pasalnya, menjaga tanah dan kesuburannya, menjadi kewajiban bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan pemupukan berimbang.," katanya.
Hal itu, kata Mentan Syahrul, sejalan arahan Presiden RI Joko Widodo, kita harus menjamin ketersediaan pangan seluruh rakyat Indonesia. Artinya, kebutuhan pangan 270 juta rakyat wajib kita kawal dan tidak boleh terganggu sama sekali.
Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BBPSDMP] Dedi Nursyamsi, menekankan perlunya meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian, guna mengoptimalkan kegiatan pembinaan, pengawalan, dan pendampingan kepada petani antara lain sosialisasi pupuk organik melalui pupuk organik.
"Genta Organik mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri. Genta Organik bukan berarti mengharamkan pupuk kimia," kata Dedi Nursyamsi.
Kepala BBPP Binuang, Bambang Haryanto mengatakan kegiatan SL bertujuan mendukung peningkatan produktivitas dan produksi pertanian yang ditentukan oleh kapasitas dan kompetensi SDM pertanian, yang didukung oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] khususnya BBPP Binuang di wilayah Kalimantan.
"Petani dan penyuluh diberi pengetahuan tentang nutrisi dan bahan organik untuk tanaman, yang diharapkan bermanfaat bagi petani menghadapi permasalahan saat ini mengatasi melambungnya harga pupuk anorganik," katanya.
Widyaiswara BBPP Binuang, Budiono mengatakan kegiatan SL di BPP Kembang Kuning diikuti 60 peserta dari 12 kelompok tani [Poktan] di Kecamatan Harual, yang merupakan wilayah kerja BPP Kembang Kuning.
Adapun materi yang didapat peserta SL terkait Genta Organik seperti materi pupuk organik padat [Bokashi], pupuk organik cair [POC], pembuatan pembenah tanah [Biochar] dan pestisida nabati [Roma].
"Selain teori, peserta SL juga dibekali praktik pembuatan pupuk Bokashi. Ouput terpenting dari SL dapat diimplementasikan di poktan masing-masing," katanya.
Budiono menambahkan Kementan mengharapkan peserta SL dapat membagi pengetahuan dan pengalaman kepada petani lain di wilayah masing-masing terkait pemanfaatan pupuk organik. [budiono/jeka/agus/timhumasbbppbinuang]
Pertanian
BBPP Kementan Gencarkan Genta Organik di Kalsel melalui Sekolah Lapang
- Sabtu, 11 Maret 2023 01:41 WIB
BBPP BINUANG: Widyaiswara BBPP Binuang, Budiono [kiri] mengulas materi tentang pupuk organik padat [Bokashi], pupuk organik cair [POC], pembuatan pembenah tanah [Biochar] dan pestisida nabati [Roma].