SUMBA TENGAH - Kementerian Pertanian RI melalui berbagai terobosan programnya terus berupaya membangun kekuatan SDM pertanian, untuk mewujudkan percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda dalam visi besar Indonesia maju.
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan ke depan, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, Kementan terus meningkatkan kualitas SDM untuk membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan.
"Pertanian kita harus mandiri dan modern sehingga keluarga petani semakin sejahtera. Di samping itu, pertanian harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan," katanya.
Upaya tersebut, kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPPSDMP] Dedi Nursyamsi, untuk terus konsisten mewujudkan SDM pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausaha.
"Visi besarnya tentu mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern sebagaimana arahan Presiden Jokowi dan Mentan Syahrul," katanya.
Dedi Nursyamsi mengingatkan, kekuatan utama pertanian Indonesia berada di pundak petani dan penyuluh. Program penguatan SDM pertanian melalui pendampingan terhadap petani menjadi kunci utama mewujudkan SDM pertanian profesional, mandiri dan berdaya saing.
Guna mewujudkan target tersebut, Polbangtan Malang menerjunkan Tim Monitoring untuk memantau progres kegiatan Alumni Mengabdi di Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur [NTT].
Sumba Tengah merupakan salah satu Kawasan Sentra Produksi Pangan yang ditetapkan oleh Kementan.
Sekitar 30 alumni Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dari Polbangtan Malang disebar pada enam kecamatan di Sumba Tengah untuk melakukan pendampingan terhadap petani, yang berlangsung sejak September 2022.
Keenam kecamatan meliputi 13 desa yakni Makata Keri, Dewa Jara, Umbu Riri, Tanamodu, Wailawa, Wendewa Timur, Manuwolu, Anajiaka, Umbu Jodu, Umbu Pabal Selatan, Padira Tana, Mbilur Pangadu, dan Bolu Bokat.
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan kegiatan pendampingan petani, Alumni Mengabdi, merupakan kerjasama antara Polbangtan Malang dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah.
"Kementan menerjunkan sejumlah alumni Polbangtan Malang untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan memecahkan permasalahan yang dihadapi para petani di Sumba Tengah," katanya.
Guna mengukur tingkat keberhasilan kegiatan Alumni Mengabdi, katanya, Polbangtan Malang mengerahkan dua dosen, Siswoyo dan Wahyu Windari, untuk melakukan monitoring kegiatan pada 20 - 23 Februari lalu.
Siswoyo mengatakan kegiatan pendampingan bertujuan mengidentifikasi permasalahan mulai dari agro input, budidaya hingga pemasaran, untuk dipecahkan bersama.
"Indikator keberhasilan pendampingan terlihat dari bagaimana respon petani terhadap alumni, partisipasi petani terhadap pendampingan, tingkat kemandirian petani, tingkat pertumbuhan ekonomi petani dan tingkat pertumbuhan kelembagaan petani," katanya.
Pendampingan, kata Siswoyo, merupakan cara untuk meningkatkan kapasitas petani dan kelembagaan petani di Sumba Tengah.
"Kami mendapat respon positif dari pemerintah setempat dan para penyuluh yang sangat mengapresiasi kinerja para alumni melakukan pendampingan," kata Wahyu Windari.
Kepala Dinas Pertanian Sumba Tengah, Umbu K Pari menyampaikan bahwa ada beberapa permasalahan yang harus dipecahkan bersama, di antaranya meningkatkan kapasitas SDM petani, sehingga Pemkab menyambut gembira dan mendukung penuh Alumni Mengabdi.
"Hadirnya alumni Polbangtan Malang, kami yakin akan memberikan dampak luar biasa bagi pembangunan pertanian di Sumba Tengah," kata Umbu K Pari. [didit/timhumaspolbangtanmalang]