18 Juni 2026
Pertanian

Mentan Serukan Petani Milenial Bergerak di Produksi dan Pengolahan

post-img
BBPP BINUANG: Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [ke-5 kiri] dan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi [ke-3 kanan] bersama perwakilan peserta Pelatihan Petani Milenial dari Provinsi Jawa Tengah, untuk menempa mereka melakukan terobosan dan inovasi produk dan pengolahan hasil pertanian.

BOGOR - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengajak anak muda untuk tidak ragu terjun ke usaha sektor pertanian. 

Menurutnya, peluang untuk mendapatkan keuntungan semakin besar. Apalagi petani sekarang tak lagi hanya mengurusi produksi saja, tapi juga pengolahan dan pemasarannya. 

"Petani bisa main di awal (produksi), tengah, ataupun akhir (pemasaran.red)," ungkap Syahrul saat menghadiri penutupan Pelatihan Teknis Penguatan Kelembagaan Petani bagi Petani Milenial, di Ciawi, pada Jumat (17/2). 

Sektor pertanian juga dinilainya menjanjikan. Terbukti ketika masa pandemi semua sektor turun, sektor pertanian bisa tetap tumbuh. 

"Pertanian tidak ada matinya. Tidak ada hari yang bisa hidup tanpa pertanian," ungkap Syahrul. 

Ia pun menyebutkan anak muda saat ini berada di era abundance sehingga mereka diharapkan memiliki keterbukaan pemikiran dan sikap militan dalam menghadapi berbagai perubahan. 

"Karena itu, kamu harus open minded. Anak muda harus punya militansi," ujar Syahrul. 

Ia pun menyebut Kementan akan memberikan bekal bagi para petani milenial berupa pelatihan. Melalui pelatihan, Syahrul berharap para petani milenial bisa melakukan berbagai terobosan. 

"Di balik pelatihan yang diadakan, kita mencoba mendorong perencanaan yang terukur untuk mengembangkan pertanian di hulu hingga ke hilir," tuturnya. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan pelatihan dirancang agar peserta dapat memahami pengelolaan kelompok tani dalam upaya pengelolaan usaha tani yang efisien berbasis teknologi informasi, pasar, dan sumber permodalan. 

“Pertanian kita di masa yang akan datang menjadi milik petani milenial. Sehingga pelatihan bagi petani milenial menjadi penting. Kita perlu memberikan mereka bekal, mulai dari smart farming, penggunaan KUR, dan pengetahuan agribisnis,” jelas Dedi. 

Pelatihan Teknis Penguatan Kelembagaan Petani bagi Petani Milenial dilaksanakan pada tanggal 11 – 17 Februari 2023 secara hybrid. Pembelajaran secara online dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 11 - 15 Februari 2023 dan secara offline tanggal 17 Februari 2023 bertempat di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi.

Peserta pelatihan berjumlah 105 orang petani milenial yang berasal dari 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. [JK/Agus/Humas BBPP Binuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup