19 Juni 2026
Pertanian

Kementan Dukung Studi Tiru Pemkab Paser Kaltim di BBPP Binuang

post-img
BBPP BINUANG: Kabid Pemberdayaan Dinas PMD Pemkab Paser, Titin Sukartini [hijab coklat] menyimak penjelasan widyaiswara BBPP Binuang pada lahan uji coba smart farming, setelah audiensi dengan Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati.

TAPIN - Balai Besar Pelatihan Pertanin [BBPP] dari Kementerian Pertanian RI memberi peluang bagi pemerintah daerah dan stakeholders untuk melaksanakan Studi Tiru pada unit pelaksana teknis [UPT] seperti BBPP Binuang di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel].

Upaya tersebut dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa [PMD] Kabupaten Paser di Provinsi Kalimantan Timur [Kaltim] yang melakukan Studi Tiru pada BBPP Binuang, Kamis [22/12].

Studi Tiru, konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam bidang tertentu, dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan dan peraturan perundangan.

Upaya tersebut kembangkan oleh BBPP dalam hal ini BBPP Binuang atas sokongan Kementan pada UPT-nya di seluruh Indonesia, mengembangkan Studi Tiru sesuai arahan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara - Reformasi Birokrasi [Kemenpan RB].

Studi Banding, pernah dikritik oleh mantan Menpan-RB Asman Abnur bahwa "hasilnya cuma banding-bandingin, yang dibawa pulang hanya oleh-oleh. Habisin anggaran saja."

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mendorong pengembangan Studi Tiru oleh pemerintah daerah maupun stakeholders pertanian pada BBPP dari Kementan.

"Selesai kunjungan ke BBPP, pulangnya langsung ditirukan kemajuan dan kelebihan dari BBPP yang dikunjungi," katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi yang berupaya memastikan dukungan jajarannya di daerah, khususnya BBPP, dapat mendukung kinerja pertanian di daerah.

"Pertanian Indonesia tak kalah maju dengan pertanian di negara. Sebab dari sisi teknologi dan informasi, Indonesia sudah memiliki beragam teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang dikembangkan anak-anak bangsa," kata Dedi Nursyamsi.

Kepala BBPP Binuang, Yulia AK memastikan komitmen jajarannya mendukung pembangunan pertanian di wilayah Kalimantan, khususnya Kabupaten Paser, dengan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui pelatihan dan bimbingan teknis [Bimtek] secara daring maupun tatap muka [offline].

“SDM pengungkit utama peningkatan produktivitas pertanian. Imbasnya tentu peningkatan kesejahteraan petani, apabila ingin membangun pertanian, tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya,” katanya.

Kabid Pemberdayaan Dinas PMD Pemkab Paser, Titin Sukartini mengapresiasi sambutan hangat dan dukungan Kepala BBPP Binuang, Yulia AK beserta jajarannya dalam mendukung pengembangan SDM pertanian Paser.

“Kita banyak mengetahui dan belajar, salah satunya adalah tentang kawasan pertanian, di sini juga terdapat tempat pelatihan hingga pembuatan produk,” katanya.

Titin berharap ke depan, kerjasama kedua belah pihak terus khususnya penerapan inovasi teknologi pertanian dan pengembangan petani milenial. "Kami sangat terkesan pada kinerja BBPP Binuang."

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah widyaiswara BBPP Binuang mendampingi jajaran Dinas PMD Paser meninjau Divisi D´Corp Agro yang mengembangkan pertanian dari hulu ke hilir serta inovasi teknologi pertanian seperti budidaya padi apung, smart farming berbasis internet of things dan budidaya tanaman vanili. [agus/timhumasbbppbinuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup