19 Juni 2026
Pertanian

BBPP Binuang Kawal Petani Penyuluh Pulang Pisau `Studi Tiru` di P4S Muda Berkarya

post-img
BBPP BINUANG: P4S Muda Berkarya yang diketuai Maulana Akbar [kaos hitam] mengembangkan konsep korporasi untuk pemenuhan daging konsumsi maupun hewan ternak hingga hewan kurban dan aqiqah melalui bendera usaha Bagus Farm.

TAPIN - Sekitar 30 petani dan penyuluh Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah [Kalteng] mengikuti Studi Tiru pada P4S Muda Berkarya di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel] pada Kamis [15/12].

Studi Tiru, konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam bidang tertentu, dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan dan peraturan perundangan.

Upaya tersebut kembangkan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] dalam hal ini BBPP Binuang atas sokongan Kementerian Pertanian RI pada unit pelaksana teknis [UPT] di seluruh Indonesia, mengembangkan Studi Tiru sesuai arahan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara - Reformasi Birokrasi [Kemenpan RB]. 

Studi Banding, pernah dikritik oleh mantan Menpan-RB Asman Abnur bahwa "hasilnya cuma banding-bandingin, yang dibawa pulang hanya oleh-oleh. Habisin anggaran saja."

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mendorong pengembangan Studi Tiru oleh stakeholders pertanian pada Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya [P4S] berprestasi, yang tersebar di seluruh Indonesia. P4S berperan mendukung pembangunan pertanian.

"Selesai kunjungan ke P4S, pulangnya langsung ditirukan kemajuan dan kelebihan dari P4S yang dikunjungi," katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa P4S pada 2023 akan sasaran Dana Alokasi Khusus [DAK] untuk menu Pertanian Presisi dan Regeneratif.

Selain itu, katanya, peran P4S menjadi sangat penting bila dikaitkan dengan 3 tantangan dan ancaman utama sektor pertanian saat ini, yaitu pasca pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan tekanan geopolitik Rusia-Ukraina.

“Akibat dampak dari covid 19, perubahan iklim dan  Perang Rusia dan Ukraina memicu turunnya produksi dan produktivitas pangan global. Sedangkan permintaan bahan pangan terus meningkat, akibatnya harga pun melejit," kata Dedi Nursyamsi.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati memastikan komitmen jajarannya menjadikan P4S sebagai andalan, harapan dan masa depan pembangunan pertanian di wilayah Kalimantan.

Menurutnya, P4S Muda Berkarya adalah salah satu P4S di wilayah Kalimantan yang dikawal dan didampingi BBPP Binuang menjadi P4S konsep korporasi melalui Depo Agro menjadi Sentra Pemasaran Satu Pintu [One Stop Shopping] bagi P4S lain maupun Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan [DPM/DPA].

Kunjungan petani dan penyuluh Pulang Pisau di P4S Muda Berkarya dipimpin Kabid Penyuluhan, Wiwi dan diterima oleh Ketua P4S Muda Berkarya, Maulana Akbar didampingi Koordinator Program dan Evaluasi BBPP Binuang Joko Triharjanto dan Sub Koordinator Program dan Kerjasama, Agus Sumantri.

Maulana Akbar mengatakan pihaknya saat ini siapkan Pemasaran Satu Pintu, menggandeng perusahaan bidang perkebunan dan pertambangan untuk memenuhi kebutuhan beras, sayuran, daging ayam dan telur untuk keperluan catering.

"Kami harapkan P4S dan petani milenial wilayah Kalimantan bahu-membahu mendukung pemenuhan kebutuhan catering bagi mitra swasta," katanya. [jeka/agus/timhumasbbppbinuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup