19 Juni 2026
Pertanian

BBPP Binuang Dukung Kementan, Sukseskan ToT Genta Organik 8 - 10 Desember 2022

post-img
BBPP BINUANG: Kepala BBPP Binuang [kiri bawah] Yulia Asni Kurniawati memastikan komitmen widyaiswara mendukung sosialisasi Genta Organik melalui ToT yang akan dibuka oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi di Bogor, Jumat [9/12].

BOGOR - Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] di seluruh Indonesia khususnya BBPP Binuang siap mensukseskan Training of Trainer [ToT] Gerakan Tani Pro Organik 2022 [Genta Organik] melalui soft launching di Bogor pada Kamis [8/12]. 

Kegiatan soft launching ToT Genta Organik 2022 dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM - Kementerian Pertanian RI [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi, sementara pembukaan ToT Genta Organik dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Bogor, Jumat [9/12]. 

Dedi Nursyamsi mengatakan BPPSDMP Kementan berupaya memasifkan Genta Organik sebagai solusi peningkatan produksi pertanian di tengah ancaman krisis global yang mengancam sektor pertanian.

"BPPSDMP Kementan menggelar ToT Genta Organik 2022 bagi para widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh untuk semakin memantapkan gerakan pertanian kembali pada organik," katanya.

Hal itu, kata Dedi Nursyamsi, sejalan arahan Mentan Syahrul bahwa sektor pertanian telah terbukti paling kuat dan tumbuh tinggi di tengah goncangan turbulensi pandemi yang belum kunjung usai. 

"Pertanian adalah sektor kunci yang bisa memperkuat ekonomi nasional," kata Mentan.

Kendati demikian, Mentan Syahrul terus mengingatkan insan pertanian terhadap ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim yang kian terjadi nyata. 

"Satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah naiknya harga bahan produksi seperti pupuk yang secara langsung berimbas pada sektor pertanian," katanya. 

Seperti diketahui, pupuk memberikan kontribusi penting dalam peningkatan produktivitas sekitar 15% hingga 17%, karena itu peningkatan harga pupuk sekitar 50% hingga 300% betul betul menohok petani. 

"Tentunya ini tidak boleh dibiarkan karena pangan dan pertanian tidak boleh bersoal. Sekali pun harga pupuk melejit, pertanian tidak boleh bersoal," tukas Mentan.

Dedi Nursyamsi menambahkan di saat pupuk mahal, maka Kementan harus memikirkan solusi. Dari berbagai hasil riset dan pengalaman petani, yang menyuburkan tanah bukan hanya pupuk kimia saja, juga pupuk organik, pupuk hayati, mikroorganisme lokal dan pembenah tanah. 

"Pupuk organik, hayati dan pembenah tanah ini, petani mampu membuat sendiri, asalkan mau. Tidak ada alasan untuk tidak menyuburkan tanah di saat pupuk mahal," katanya saat soft opening  ToT Genta Organik 2022 di Bogor, Kamis [8/12].

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengatakan bahwa jajarannya siap mendukung program strategis Kementan bagi pembangunan pertanian nasional, di antaranya melalui Genta Organik, untuk terobosan gerakan dan menjadi solusi saat pupuk kimia mahal demi menggenjot terus produktivitas nasional. 

"Genta Organik ini hadir untuk mengantisipasi krisis pangan global. BPPSDMP dengan kebulatan tekad mendukung petani untuk tetap berproduksi melalui Genta Organik dengan memanfaatkan pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah serta pemupukan berimbang," kata Yulia AK mengutip arahan Kabadan SDM Pertanian.

Menurutnya, widyaiswara BBPP Binuang berkomitmen mendukung Genta Organik dan akan diteruskan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertanian di wilayah Kalimantan.

"Hasil pelatihan akan disampaikan widyaiswara BBPP Binuang kepada petani, praktisi pertanian bahkan petani milenial agar produktivitas bisa dijaga terus bahkan ditingkatkan sehingga produksi pangan kita aman," kata Yulia AK. [agus/timhumasbbppbinuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup