19 Juni 2026
presiden

RI Kalah di WTO, Pemerintah Lanjutkan Kebijakann Hilirasi Nikel

post-img
EKSPOR NIKEL: Presiden RI Joko Widodo saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Indonesia dinyatakan kalah perkara larangan ekspor nikel oleh World Trade Organization (WTO). Mengingat, program hilirasi nikel terus berjalan di Tanah Air.

"Saat kita setop ekspor bahan mentah nikel, kita dibawa ke WTO, baru dua bulan lalu kita kalah. Tapi keberanian kita hilirisasi bahan-bahan mentah itulah yang terus kita lanjutkan meskipun kita kalah di WTO," kata Presiden Jokowi dalam acara Nusantara Bersatu, dikutip dari channel YouTube 2045 TV, Sabtu (26/11).

Hilirisasi memang terus digencarkan Indonesia. Tahun 2045 Indonesia menargetkan GDP bisa mencapai US$ 7 triliun.

Percepatan hilirisasi terbukti membawa dampak pada nilai tambah negara, penyerapan negara kerja, dan mendorong industri akhir pemakai mineral nikel.

Sebelumnya Menteri ESDM, Arifin menyebutkan keputusan panel belum memiliki kekuatan hukum, sehingga pemerintah berencana melakukan banding (appeal). Maka dari itu, pemerintah belum berencana mengubah peraturan atau mencabut kebijakan sesuai putusan sengketa DSB terkait nikel.

"Keputusan panel belum memiliki kekuatan hukum yang tetap sehingga masih terdapat peluang banding dan tidak perlu mengubah peraturan atau bahkan mencabut kebijakan yang dianggap tidak sesuai," jelasnya.

"Belum putus akhir ya kan masih ada tahap-tahap selanjutnya. Jadi kita masih berusaha untuk bisa berupaya mengoptimalkan, ya kita punya sumber daya alam untuk menjadi produk," tambahnya.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup