TAPIN - Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume IV tahun 2022 [PSPP] sukses digelar oleh Kementerian Pertanian RI selama tiga hari, 22 - 24 November 2022, yang diikuti lebih 1,7 juta peserta dari seluruh Indonesia.
Perhelatan besar di penghujung 2022 tersebut digelar oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] yang dilakukan secara terpusat pada BBPP Binuang, unit pelaksana teknis [UPT] dari Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel].
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi dalam laporannya kepada Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo saat pembukaan bahwa PSPP Vol. IV diikuti oleh 1.770.920 peserta melalui registrasi online.
Menurutnya, dukungan luar biasa dari berbagai komponen seperti Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia [Perhiptani], Kontak Tani Nelayan Andalan [KTNA], Ikatan Alumni Mahasiswa Jepang [Ikamaja], Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan [DPM/DPA], sejumlah dinas pertanian provinsi hingga kabupaten dan kota serta Balai Penyuluhan Pertanian pelaksana Komando Strategi Pembangunan Pertanian [BPP KostraTani].
"Pelatihan bertema wirausaha pertanian menghadirkan narsum pelatih yang kompeten yaitu widyaiswara, pakar perguruan tinggi seperti IPB dan Univ. Lambung Mangkurat, serta pihak perbankan terkait KUR hingga Jasindo," kata Dedi Nursyamsi.
Terpusat di BBPP Binuang, katanya, PSPP Vol. IV membidik penumbuhan dan pengembangan wirausaha pertanian, seraya mengapresiasi dukungan BBPP Binuang atas terselenggaranya PSPP Vol. IV tersebut.
Mentan Syahrul dalam arahannya mengingatkan bahwa modal utama bangsa Indonesia adalah pertanian. Keuntungan bisnis pertanian pun tesebar mulai dari hulu hingga hilir yang bisa digeluti petani.
"Pertanian harus mampu mencukupi kebutuhan barang sekaligus jasa yang terkait. Dengan kata lain, untuk memajukan pertanian, khususnya meningkatkan kesejahteraan petani, peningkatan produksi dan produktivitas di subsektor budidaya saja tidak cukup," tegasnya.
Bagi dirinya, kata Mentan Syahrul, menjadi petani yang berwirausaha di Indonesia adalah orang keren dan memastikan diri sebagai orang mampu secara finansial.
Sementara Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengapresiasi kepercayaan Kementan pada BBPP Binuang selaku penyelenggara PSPP Vol. IV dan berkomitmen mendukung tercapainya SDM pertanian yang berdaya saing, maju, mandiri dan modern.
Mengutip arahan Kabadan Dedi Nursyamsi, Yulia AK mengajak petani dan penyuluh di wilayah Kalimantan membangun kolaborasi dengan seluruh offtakers, buyers, eksportir dan foundation yang menyediakan dana dan perbankan dengan membangun jaringan.
"Prisipnya, kita harus bangun kolaborasi bukan kompetisi. Kita harus bersanding, bukan bertanding. Kita harus merangkul, bukan baku pukul. Kita juga harus memeluk bukan baku gebuk. Itu yang harus kita lakukan," katanya [agus/timhumasbbppbinuang]