21 Juni 2026
Pertanian

Kementan Dorong SDM Pertanian Atasi Krisis Pangan Global

post-img
BBPP BINUANG: Peserta ToT diharapkan dapat menyusun bahan ajar tentang Solusi Pupuk Mahal termasuk wawasan inovasi kambing dan domba.

JAKARTA - Kementerian Pertanian RI tiada henti mendorong SDM pertanian mengantisipasi berbagai persoalan termasuk ancaman krisis pangan. Pelatihan bagi SDM pertanian diharapkan mampu menggenjot produksi dan produktivitas pertanian, yang didukung 10 Unit Pelaksana Teknis [UPT] Pelatihan dari Kementan di seluruh Indonesia, maupun UPT pemerintah daerah.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan hingga saat ini terbukti sektor pertanian sangat vital bagi kehidupan juga penyelamat dari keterpurukan.

"Pertanian harus memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Pertanian tidak boleh bermasalah, apalagi ancaman krisis pangan global semakin nyata," kata Mentan Syahrul pada Sosialisasi Training of Trainer [ToT] Solusi Pupuk Mahal, Selasa [18/10].  

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi, menyoroti pentingnya pertanian untuk menyangga hidup dan kehidupan. 

"Utamanya saat ini, di saat krisis pangan global yang luar biasa. Dalam kondisi krisis pangan global, ternyata sektor pertanian yang menyelamatkan kita dari keterpurukan," katanya.

Dedi menegaskan, banyak negara, yang saat ini disinyalir lebih dari 60 negara mengalami krisis pangan, lebih dari 300 juta orang mengalami krisis pangan. 

"Harga pangan melejit tentu karena pasokan pangan berkurang signifikan. Dampak utamanya, Covid-19, perubahan iklim, Perang Rusia dan Ukraina. Dalam kondisi seperti ini, banyak saudara kita yang tak mampu mengakses pangan dengan baik, bahkan banyak yang mengalami stunting," katanya.

Indonesia beruntung, kata Dedi, beras sebagai makanan pokok dalam kondisi cukup. Indonesia juga berhasil mencapai sistem pertanian pangan yang tangguh, swasembada pangan dan tiga tahun tidak impor beras, 2019 sampai 2021.

"Bahkan, sampai saat ini BPS mengeluarkan rilis bahwa 2022 pasokan beras kita surplus lebih besar dibanding tahun lalu. BPS memprediksi di desember 2022 indonesia surplus beras bahkan meningkat dari tahun lalu. itulah yang menyelamatkan kita dari krisis pangan global," katanya.

Dedi menambahkan, krisis pangan tidak bisa dianggap remeh karena bersifat global. 

"Kita mesti keluar dari kondisi krisis ini. kita harus antisipasi krisis pangan global, kita kendalikan inflasi yang disebabkan komoditas yang sering mengungkit inflasi, kita mengendalikan produksinya, olahannya, distribusinya," katanya. 

Menurutnya, produksi mesti digenjot saat off season, gunakan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim, tahan serangan hama dan penyakit dengan menerapkan teknologi smart farming. 

"Antisipasi selanjutnya adalah substitusi pangan impor. Ganti komoditas pangan impor dengan pangan lokal. Pangan impor harganya terus melejit. Kalau pangan lokal ada di sekitar kita. Buat olahan variatif terhadap komoditas lokal," kata Dedi Nursyamsi.

Antisipasi selanjutnya yaitu meningkatkan ekspor komoditas pertanian yang berpotensi tinggi. 

Sementara Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan [Puslatan] Leli Nuryati menambahkan bahwa  kegiatan ToT pada 26 - 28 Oktober mendatang ditujukan bagi dosen, widyaiswara, penyuluh dan masyarakat. 

"Melalui dosen itu resonansinya sudah luar biasa. Kalau satu dosen dalam satu tahun mengajar 500 mahasiswa, kemudian 500 mahasiswa tersebut saat melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM  juga tersosialisasi kepada petani saat mereka melakukan praktek kerja lapangan maupun pengabdian masyarakat," katanya.

Begitu juga widyaiswara. Menurutnya, BPPSDMP memiliki 10 UPT pelatihan termasuk UPT provinsi yang juga memiliki banyak widyaiswara.

"Lewat ToT kami yakini mampu memberikan informasi yang lebih luas mengenai ilmu yang terkait dengan antisipasi pupuk yang harganya cukup mahal," ujarnya.

Leli juga menambahkan ToT turut melatih para penyuluh di seluruh Indonesia, khususnya para penyuluh di tingkat kecamatan. 

"Kami harapkan para penyuluh di balai penyuluhan pertanian bisa mengikuti secara individu, setelah mengikuti pelatihan ini mereka melalui tugasnya melakukan pendampingan dan pengawalan kemudian sharing dan diseminasi informasi terbaru bisa disampaikan kepada para petani," katanya.

Menurutnya, ToT Solusi Pupuk Mahal bagi widyaiswara, dosen serta guru pertanian, tujuannya diharapkan dapat memberi penjelasan dan pembelajaran kepada petani tentang sosialisasi solusi pupuk mahal. 

"Juga dapat menyusun bahan ajar terkait solusi pupuk mahal dan mendiseminasikan informasi tentang penanganan solusi pupuk mahal serta mendapat wawasan inovasi kambing domba," katanya. [agus/timhumasbbppbinuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup