22 Juni 2026
Pertanian

Kapasitas Penyuluh, SMKPP Kementan gelar Temu Teknis di Banyuasin

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa Yudi Astoni diwakili oleh Wakil Manajemen Mutu (WMM) Yuli Herlina menyatakan, BPPSDMP Kementan didukung Tiga Pilar SDM Pertanian yakni penyuluhan, pelatihan dan pendidikan.

BANYUASIN - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri [SMK-PPN] Negeri Sembawa binaan Kementerian Pertanian RI dan BPP Kostratani Sembawa bersinergi dalam peningkatan SDM pertanian melalui Temu Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Pendampingan Peningkatan Ekonomi Pertanian [PPEP] di Aula SMK PP Negeri Sembawa selama dua hari, 12 - 13 Oktober 2022, yang diikuti 40 peserta.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengingatkan tentang kebijakan Presiden RI Joko Widodo pada Fungsi Penyuluh Pertanian, yang mendasari lahirnya Perpres No 35/2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian.

Tujuan dikeluarkan Perpres, guna menjamin ketahanan dan ketersediaan pangan yang aman, maka pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab atas ketersediaan dan akses pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Perpres ini merupakan kebijakan dari Presiden Jokowi sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan untuk menguatkan kembali fungsi penyuluhan," kata SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menekankan tentang fungsi penyuluhan pertanian dalam mendukung peningkatan ketersediaan pangan, akses dan konsumsi pangan.

Kepala SMKPPN Sembawa Yudi Astoni diwakili oleh Wakil Manajemen Mutu (WMM) Yuli Herlina menyampaikan bahwa BPPSDMP Kementan didukung Tiga Pilar SDM Pertanian yakni penyuluhan, pelatihan dan pendidikan. 

"Sejalan dengan fungsi tersebut, tujuan temu teknis selama dua hari efektif ini adalah peningkatan kapasitas penyuluh untuk peningkatkan produksitas pertanian sesuai dengan arahan Menteri Pertanian," kata Yuli Herlina saat membuka Temu Teknis, Rabu [12/10].

Koordinator BPP Sembawa Rita Harsiani menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada SMKPP Sembawa yang telah memfasilitasi kegiatan temu teknis ini. 

"Temu teknis ini juga dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh dalam melaksanakan tugas di wilayah binaan sehingga mampu bekerja secara profesional, mandiri, mampu bersaing dan berwawasan global," katanya.

Menurutnya, di era teknologi informasi tentunya menjadi tantangan yang sangat berat bagi penyuluh dan pendamping, untuk mendorong petani melakukan transformasi digital di pertanian tergolong sulit, mengingat mayoritas petani tidak mengeyam pendidikan tinggi yang mengakibatkan penguasaan terhadap operasional dan pengembangan teknologi sangat rendah.

SMKPPN Sembawa menghadirkan Ketua P4S Griya Seruni Tedi Rahmat Muliady dalam membangkitkan semangat penyuluh dengan materi-materi peran dan fungsi penyuluh, falsafah penyuluh, metode penyuluhan serta praktik metode penyuluhan. [titin/timhumassmkppnsembawa]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup